Pemprov Sumbar Minta Maaf Atas Insiden Selama Ajang TdS 2018

  • Bagikan
Fhoto : Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat membuka star TdS etape V, rute Limapuluh Kota dan finish di Pasaman yang dilaksanakan di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota, Kamis (8/11/2018). (Putri)
Fhoto : Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat membuka star TdS etape V, rute Limapuluh Kota dan finish di Pasaman yang dilaksanakan di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota, Kamis (8/11/2018). (Putri)

LIMAPULUH KOTA, KABARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menyampaikan permintaan maaf atas beberapa insiden yang terjadi selama ajang sport tourism international Tour de Singkarak (TdS). Seperti kecelakaan yang disebabkan karena jalan dan bencana yang terjadi.

Permintaan maaf tersebut dikatakan langsung Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno atas nama Pemprov Sumbar saat membuka star TdS etape V, rute Limapuluh Kota dan finish di Pasaman yang dilaksanakan di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota, Kamis (8/11/2018).

Dikatakannya, beberapa insiden yang mengakibatkan para pembalap sepeda terjatuh dan mengalami cidera yang cukup parah, sehingga sebagian tak bisa melanjutkan balapan.

Sebelumnya kecelakaan sempat terjadi antar sesama pebalap pada etape satu rute Bukittinggi ke Sijunjung, sebanyak 7 pebalap mengalami tabrakan beruntun menjelang finish.

Kemudian pada etape III, dari Dermaga Singkarak Kabupaten solok menuju finish di Istana Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar tepatnya diruas jalan lintas di depan pasar Sumani terdapat 4 pebalap yang mengalami kecelakaan.

Menurutnya hal tersebut diduga akibat kondisi jalan yang bergelombang, dan penyambung aspal baru dan lama tidak rata. “Terjadinya insiden jatuhnya pebalap di etape I dan III TdS menjadi pembelajaran bagi panitia daerah agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ucap Irwan.

Selain itu faktor cuaca katanya, musim hujan yang merata di Sumbar menyebabkan kondisi jalan menjadi licin dan terkena longsor sehingga sangat beresiko bagi keselamatan pembalap.

Kecelakaan lain pun sempat terjadi di etape dua dari Sawahlunto ke Dhamasraya yang mengakibatkan satu unit bus logistik tim Bike Aid Jerman, terbalik. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya saja LO mengalami shock dan mobil kaca pecah dan bergelimang lumpur.

Lomba Balap Sepeda Internasional TdS yang ke 10 ini menjadi tahun evaluasi, sehingga kedepannya lebih sukses dalam penyelenggaraanya. Kondisi cuaca dan jalur yang akan dilalui pebalap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

“Kami akan jadikan ini sebagai bahan evaluasi, agar penyelanggaraan tahun selanjutnya tidak terjadi lagi kecelakaan,” ujar Irwan Prayinto.

Terkahir, Irwan mengatakan TdS itu untuk promosi wisata dan keindahan alam Sumbar yang akan berdampak pada berkembangnya perekonomian. “Saya mendoakan agar para pembalap selamat hingga etape terakhir di Padang Pariaman, dan tidak ada lagi insiden kecelakaan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Tour de Singkarak ini. Pemprov akan selalu berikan dukungan terhadap kegiatan TdS ini karena berguna bagi Kesejahteraan Masyarakat Sumbar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.(Putri Caprita)

  • Bagikan