PeristiwaSumatera Barat

Pemprov Sumbar Pastikan Hambatan Logistik Jadi Penyebab Antrean BBM

276
×

Pemprov Sumbar Pastikan Hambatan Logistik Jadi Penyebab Antrean BBM

Sebarkan artikel ini

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan antrean panjang di sejumlah SPBU selama dua pekan terakhir bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM bersubsidi.

Keterlambatan distribusi akibat hambatan pada jalur logistik menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung menjadi penyebab utama kendala pasokan.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, mengungkapkan distribusi BBM terhambat di tiga titik krusial, yakni Jembatan Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai.

Hambatan paling berat terjadi di Jembatan Bungus yang merupakan akses utama mobil tangki dari IT Teluk Kabung.

Akses mobil tangki saat ini hanya mengandalkan jembatan darurat (bailey) sejak jembatan lama dibongkar pada 24 Juni 2026 untuk pembangunan permanen.

Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan hingga empat kilometer dengan waktu tunggu mobil tangki mencapai tiga jam.

Di sisi lain, kemacetan di Sitinjau Lauik memaksa mobil tangki menunggu hingga tujuh jam untuk melintas.

Proses pemulihan jalan di Lembah Anai pascabencana juga menambah durasi perjalanan hingga satu jam.

Helmi menjelaskan, keterlambatan ini menyebabkan BBM yang seharusnya tiba pagi hari baru sampai di SPBU pada malam hari.

Ia menegaskan stok BBM sebenarnya tersedia, namun pengisian ulang di SPBU terhambat karena distribusi yang tidak berjalan normal.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pertamina telah mengoperasikan IT Teluk Kabung selama 24 jam.

Mobil tangki kini mendapatkan prioritas melintas di jembatan darurat dengan pengawalan kepolisian pada jam-jam sepi lalu lintas.

Selain itu, distribusi BBM dari IT Teluk Kabung dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan SPBU di wilayah Sumatera Barat.

Penyaluran BBM ke Bengkulu dihentikan sementara agar kapasitas terminal fokus melayani kebutuhan lokal.

Pengamat transportasi Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, menilai persoalan ini murni masalah distribusi logistik.

Menurut Fidel, ketersediaan stok tidak akan berdampak positif bagi masyarakat jika proses penyalurannya tersendat di lapangan.

Anggota DPR RI, Andre Rosiade, turut memastikan tidak ada kelangkaan solar bersubsidi di Sumatera Barat.

Ia menyebut proyek perbaikan Jembatan Bungus terus dikebut oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional agar selesai tepat waktu.

Distribusi BBM diprediksi kembali normal pada pekan ketiga Agustus saat jembatan permanen mulai berfungsi.

Andre mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan BBM dipastikan aman.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.