Pengamat : Parpol Belum Serius Wujudkan Keterwakilan Perempuan

Sosialisasi Penyelenggaran Pemilu tahun 2019 Kota Pariaman, Selasa (28/11/2017). Foto : Rizki Pratama
Sosialisasi Penyelenggaran Pemilu tahun 2019 Kota Pariaman, Selasa (28/11/2017). Foto : Rizki Pratama
Sosialisasi Penyelenggaran Pemilu tahun 2019 Kota Pariaman, Selasa (28/11/2017). Foto : Rizki Pratama
Sosialisasi Penyelenggaran Pemilu tahun 2019 Kota Pariaman, Selasa (28/11/2017). Foto : Rizki Pratama

Guru besar Ilmu Politik Universitas Andalas, Sri Zul Chairiyah menyatakan perwakilan perempuan yang berkiprah dalam politik masih jauh dari 30 persen, baik pada tingkat Nasional maupun tingkat Provinsi, termasuk Kabupaten/Kota.

Menurut Sri, hal ini dikarenakan belum seriusnya Partai Politik (Parpol) untuk mewujudkan keterwakilan perempuan di parlemen.

Dari hasil penelitian yang ia lakukan pada Parpol di Sumatera Barat, banyak Parpol yang tidak memiliki program untuk meningkatkan kapasitas dan perekrutan perempuan pada pemilu.

“Partai politik tidak serius menerapkan aturan perwakilan perempuan didalan parlemen. Padahal Parpol mendapatkan dukungan dana dari APBD, alokasinya juga diperuntuhkan sasialisasi politik bagi masyarakat, khususnya perempuan. Ini merupakan solusi untuk menarik ketertarikan perempuan melalui pendidikan politik,” tegasnya di Kota Pariaman, Selasa (28/11/2017) siang.

Sri menambahkan, dilihat dari hasil pemilihan umum legislatif pada tahun 2004, 2009 dan 2014 menunjukan kebijakan afirmatif untuk meningkatkan keterwakilan politik berada dalam situasi dilematis dan dukungan pemilih terhadap Calon Legislatif (Caleg) dan penjabat publik dari kalangan perempuan masih dinilai minim.

Sri pun menyarankan, Caleg perempuan harus meningkatkan sosilisasi ditengah masyarakat, karena penting untuk mendapatkan dukungan pemilih.

“Menggunakan pengaruh tokoh masyarakat untuk mendapatkan suara masih efektif, misal, kalau untuk perempuan dapat minta bantuan ke bundo kandung, ibu PPK dan sebagainya,” jelas Sri.

Sementara itu, Penelliti Pemilu Pusat Studi Konstitusi Khairul menyebutkan, KPU Kota pariaman memiliki program untuk mensosilisaskan pengaruh perempuan didalam berpartai politik agar dapat terlibat didalam kepengurusan Parpol pada daerah tersebut.

“KPU Kota Pariaman terus mensosialisasikan pada tahapan pilkada dengan sasaran perempuan dan juga kader partai politik,” ujar Khairul.

Program tersebut sangat berguna sekali untuk perempuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan didalam berpolitik.

[Rizki Pratama]