Perantau Sungayang Bernostalgia di Kampung Halaman

Ribuan warga di Sungayang, Kecamatan Sungayang, Sumatera Barat arak-arakan membawa obor mengitari kampung sambut lebaran 2018
Ribuan warga di Sungayang, Kecamatan Sungayang, Sumatera Barat arak-arakan membawa obor mengitari kampung sambut lebaran 2018
Ribuan warga di Sungayang, Kecamatan Sungayang, Sumatera Barat arak-arakan membawa obor mengitari kampung sambut lebaran 2018
Ribuan warga di Sungayang, Kecamatan Sungayang, Sumatera Barat arak-arakan membawa obor mengitari kampung sambut lebaran 2018

SUNGAYANG, KABARSUMBAR—Ungkap rasa syukur kepada Sang Khalik, memperkokoh silaturahmi antar warga. Masyarakat Kanagarian Sungayang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) membanjiri jalan raya, berpawai obor saat malam takbiran.

Ini tidak biasanya terjadi, namun kerinduan itu mesti dihabisi dengan kecintaan akan kampung halaman. Mengulang kisah, memori semasa di nagari, berkeluh-kisah bersama sanak saudara dan saudari.

Tidak sekadar lepas rindu atau saling bermaaf-maafan, salam-salaman. Tetapi membangkitkan semangat nan bergelora untuk membangun kampung halaman.

Sebelum mengarak obor, di Jakarta tengah dilakukan sidang Isbat penentuan awal bulan Syawal 1439 Hijriah/2018 Masehi atau Hari Raya Idul Fitri 1439 H, yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Para ahli Rukyat Kemenag dan Tim Badan Hisab berkumpul di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/6/2018) masing-masing mempersentasikan hasil pengamatan secara astronomis. Hasil pengamatan tersebut, umat Muslim di dunia melaksanakan salat Id keesokan harinya.

Detik-detik sambut lebaran, ribuan warga di Kanagarian Sungayang tumpah ke jalan, ribuan obor disiapkan di satu tempat sebelum disulut. Mulai anak-anak, remaja dan orang dewasa berkumpul pada suatu tempat, ada pula yang sudah berada di sisi badan jalan dan ada pula yang sedang menunggu di halaman rumah.

Ribuan obor terbuat dari bambu muda bertabung, berisi minyak tanah bersumbu serabut kelapa siap berkobar saat malam takbiran
Ribuan obor terbuat dari bambu muda bertabung, berisi minyak tanah bersumbu serabut kelapa siap berkobar saat malam takbiran

Sungayang bergelora, kumandang takbir menghiasi langit nagari nan kaya akan alam, penduduk ramah, ketika peserta arak-arakan dilepas, udara menyatu dengan kegiatan nan digagas Persatuan Warga Sungayang (PWS) Jakarta, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, adat serta pemuda.

Satu persatu obor terbuat dari bambu muda bertabung berisi minyak tanah, bersumbukan sabut kelapa diserahkan kepada peserta pawai kemudian disulut, para peserta pun baris tiga banjar dan berjalan kaki sembari mengumandangkan takbir. Nuansa sambut Idul Fitri 1439 Hijriah hangat dan khidmat di kanagarian itu.

Tokoh Masyarakat Sungayang, Helinda R Algamar menyampaikan, agenda ini tidak hanya saat Idul Fitri 1439 Hijriah. Namun pernah sebelumnya digelar saat sambut 1 Muharram 2018.

Kehangatan ini pun tercipta bahagia, selain menyambut lebaran juga memberikan kesan kepada perantau yang telah tiba di kampung halaman untuk merasakan nuansa lebaran. Sejumlah agenda telah digagas secara bersama-sama, sehingga lebaran di Nagari Sungayang terasa hidup, menghangatkan, hubungan antar sesama semakin kokoh.

Tokoh Masyarakat Sungayang, Helinda R Algamar
Tokoh Masyarakat Sungayang, Helinda R Algamar

Wali Nagari Sungayang, Izhar Rasyid, kegiatan takbiran sambut lebaran merupakan suatu tradisi yang telah lahir di nagari berpuluh tahun lamannya. Hal seperti ini perlu dijaga, diaktifkan, sehingga ada rasa rindu, ada nostalgia ketika para perantau tiba di nagari. Demikian halnya dikatakan Suryadi, satu dari penyelenggara arak-arakan obor malam takbiran.

Kegembiraan terpancar, setelah sebulan lamanya menahan dahaga haus dan lapar, serta menepis segala kebajikan yang berdampak buruk.

Ribuan perantau nan pulang basamo pun merasakan kehangatan kebersamaan di kampung halaman Sungayang nan eksotis.

[Lidairak]