PHRI Imbau Restoran Tak Lakukan Aksi Main ‘Pakuak’

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengimbau agar para pemilik restoran tidak melakukan aksi main ‘Pakuak’ (meninggikan harga) selama libur lebaran 2018.

Ketua PHRI Sumatera Barat, Maulana Yusran mengatakan, memang terkadang banyak yang mengeluh ada kenaikan harga jika masa liburan panjang tiba. Hal ini pun, menurut Yusran sangat mempengaruhi wisawatan ke Sumatera Barat.

“Memang ada sebagian orang mengeluh, ada beberapa yang menaikkan harga, apalagi libur lebaran. Mungkin karena faktor tingginya jumlah wisatawan, yang membuat mereka ingin melipatgandakan keuntungan,” kata Yusran di Padang.

Ditambahkan Yusran, biasanya yang melakukan hal tersebut adalah restoran-restoran berskala kecil. “Iya, tidak mungkin restoran besar menaikkan harga, kan sudah ada harga yang tertera biasanya. Biasanya ini terjadi pada restoran berskala kecil, dan pedagang kaki lima (PKL),” jelas Yusran.

Yusran juga mengimbau agar wisatawan maupun masyarakat yang merasa dirugikan oleh restoran di Sumbar melaporkan ke pihaknya. Namun, ia mengingatkan, laporan itu harus jelas, menyebutkan restoran yang mana, dan apa yang dirugikan.

“Iya, masyarakat pro-aktif itu bagus, tapi jangan bilang restoran di Sumbar mahal, sebutkan restoran yang mananya. Jangan dibilang mahal begitu saja, terus viral, yang rugi semuanya, termasuk yang tidak ada keluhan sedikit pun,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya berharap, seluruh pihak terkait bisa memberikan rasa kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat, selama libur lebaran 2018.