PNS Gadungan Diringkus Polisi, Tipu Korban dengan Berbagai Modus

PNS gadungan, Suganda, pelaku aksi penipuan saat diamankan Polsek Padang Selatan, Kota Padang, Jumat 11 Mei 2018. Foto : Al Ikhlas Syahputra
PNS gadungan, Suganda, pelaku aksi penipuan saat diamankan Polsek Padang Selatan, Kota Padang, Jumat 11 Mei 2018. Foto : Al Ikhlas Syahputra
PNS gadungan, Suganda, pelaku aksi penipuan saat diamankan Polsek Padang Selatan, Kota Padang, Jumat 11 Mei 2018. Foto : Al Ikhlas Syahputra
PNS gadungan, Suganda, pelaku aksi penipuan saat diamankan Polsek Padang Selatan, Kota Padang, Jumat 11 Mei 2018. Foto : Al Ikhlas Syahputra

Padang –¬†Polsek Padang Selatan, Kota Padang meringkus seorang pria diketahui bernama Suganda (33) pada salah satu hotel di kawasan Permindo, Pasar Raya, Kota Padang, Jumat (11/5/2018).

Pelaku diringkus karena melakukan aksi penipuan dan penggelapan dengan mengaku sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Adapun modus pelaku mendekati korban dengan mengaku kenal dekat dengan para perwira kepolisian dan pejabat daerah.

Sejumlah modusnya seperti bisa melepaskan tahanan yang diamankan pihak kepolisian, hingga mengaku bisa membantu mahasiswa baru untuk masuk ke Perguruan Tinggi.

Bahkan, tak hanya itu, nama Kapolsek Padang Selatan Kompol Alwi Haskar pun tak luput dibawa oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.

Salah satu korban pelaku adalah Mulyadi. Mulyadi mengungkapkan, jika pelaku telah meminjam sepeda motor korban sebanyak tiga kali. Anehnya, saat terakhir meminjam sepeda motor korban, pelaku meminta STNK dengan alasan ingin berjalan ke pusat kota.

“Motor saya sudah dibawa sebulan lalu, namun ternyata, saya terkejut, ternyata Suganda (pelaku) mengaku sudah menggadaikan sepeda motor saya, senilai Rp 4 juta,” ungkap Mulyadi kepada Kabarsumbar, Jumat.

Mulyadi mengaku menurut saja, karena telah mengganggap pelaku sebagai saudaranya sendiri.

“Saya tidak menyangka seperti ini, padahal saya sudah anggap seperti saudara sendiri,” kata Mulyadi.

Namun demikian, penangkapan berawal dari laporan korban lainnya pada Februari 2018, lalu. Jika ia mengaku sudah ditipu pelaku dengan modus membantu saudaranya yang ditahanan bisa dilepaskan.

“Korban mengaku dimintai uang senilai Rp 10 juta agar bisa saudaranya dilepaskan,” kata Kapolsek Padang Selatan, Kompol Alwi Haskar.

Pelaku meyakinkan korban dengan membuat nomor What’sApp palsu mengatasnamakan Kapolsek Padang Selatan dengan memasang foto asli Kapolsek dijadikan sebagai foto profil.

Korban yang percaya, memberikan uang tebusan sebesar Rp 10 juta. Awalnya korban membayar pelaku sebanyak Rp 2 juta, kemudian keesokan harinya ditambah lagi sebanyak Rp 3 juta dan terkahir Rp 5 juta.

“Akan tetapi janji yang dikatakan pelaku tidak kunjungi terpenuhi. Merasa telah ditipu makanya korban melaporkan kejadian itu kepada kami,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, sepak terjang Suganda juga pada terjadi kepada mahasiswa yang tertipu saat penerimaan mahasiswa baru dengan modus bisa membantu kelulusan.

“Penipuan mahasiswa ini, pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 65 juta. Namun, uang telah diberikan, tetapi korban ini tidak kunjung lulus menjadi mahasiswa pada kampus itu,” pungkas Kapolsek.

[Al Ikhlas Syahputra]