Ratusan Pohon Meranti Merah Tak Bertuan Diamankan Petugas di Solok

Lokasi penemuan kayu di kawasan Rimbo Pulieh, Dusun Tanjuang Manjulai, Nagari Simanau, Kabupaten Solok. Foto : Fernandez
Lokasi penemuan kayu di kawasan Rimbo Pulieh, Dusun Tanjuang Manjulai, Nagari Simanau, Kabupaten Solok. Foto : Fernandez

SOLOK, KABARSUMBAR – Tim gabungan terdiri dari Polres Solok, Polisi Hutan Dinas Kehutanan Sumbar dan masyarakat berhasil mengamankan ratusan potong kayu tak bertuan dengan jumlah ditaksir lebih dari 100 kubik dalam kawasan hutan lindung Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Kamis (26/7/2018).

Penemuan kayu olahan berbagai ukuran ini membuktikan bahwa kasus illegal logging masih terus terjadi pada daerah tersebut.

Akses menuju lokasi tim Gabungan harus menyusuri kawasan Rimbo Pulieh, Dusun Tanjuang Manjulai, Nagari Simanau dengan berjalan kaki selama tiga jam. Tim berhasil menemukan sejumlah pohon jenis Meranti yang telah ditebang, sebagian besar sudah dipotong dengan berbagai ukuran.

Di lokasi, pewartawa Kabarsumbar melihat potongan-potongan kayu berukuran balok itu masih baru. Setidaknya, di lokasi ditemukan sekitar enam pohon Meranti yang sudah diolah. Diperkirakan, masih ada sejumlah pohon lainnya yang sudah ditumbangkan sebelumnya.

Kabar pembalakan liar itu berawal dari laporan sejumlah masyarakat yang prihatin dengan kondisi hutan. Bahkan beberapa waktu sebelumnya, masyarakat setempat berhasil mendatangi lokasi dan membakar 6 unit Sinshaw yang digunakan untuk memotong kayu.

Rongsokan mesin pemotong kayu itu bahkan dibiarkan berserakan di lokasi. “ Hanya 1 unit sinshaw yang kita sita dan dibawa ke kantor Wali nagari sebagai barang bukti. Selebihnya kita bakar di lokasi,” kata Masrianto Rajo Lelo, pemuda setempat.

Bermodalkan laporan itu, Personil Polres Arosuka yang dipimpin langsung Wakapolres Kompol El. Lase dan didampingi jajaran Polsek payung sekaki bersama Polhut Sumbar dan masyarakat beranjak menelusuri kawasan hutan yang dikabarkan dimanfaatkan untuk aktivitas Ilegal Logging.

“Jumlah persisnya yang kita temukan ada sekitar 179 potong dari sekitar 6 pohon Meranti yang telah ditebang. Ukurannnya beragam, mulai dari 10×20 hingga 10×40 dengan panjang rata-rata 4 meter, diperkirakan lebih dari 100 kubik,” ungkap Wakapolres Arosuka Kompol El. Lase kepada Haluan di lokasi.

Butuh perjuangan ekstra untuk sampai ke lokasi hutan Rimbo Pulieh yang posisinya hampir berada di perbatasan hutan antara nagari Simanau dengan nagari Kipek. Rombongan mesti menyusuri punggung bukit dan menuruni lembah dengan jurang di kiri dan kanan jalan.

Terhadap penemuan itu, aparat dari Polhut Sumbar memastikan, jika meranti yang ditebang itu merupakan jenis langka (Meranti merah) dengan diameter diperkitrakan tiga pelukan orang dewasa.

Diduga, kayu yang disiapkan sebagai indukan itu belum lama dilotong. Petugas terpaksa hanya memasang Police Line.”Kita sudah catat koordinatnya, Hutan ini termasuk kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan penebangan liar ini melanggar ketentuan,” kata Ferri Rinaldi Kasatgas Polhut Sumbar.

Usai dipasangi Police Line, kayu-kayu tersebut terpaksa ditinggalkan begitu saja, lantaran tidak mungkin diangkut keluar hutan. Polisi masih melakukan mendalami kasus penemuan kayu tak bertuan tersebut.

“Penemuan kayu ini membuktikan adanya aktifitas pembalakan liar di daerah ini. Namun kayunya tidak bisa kita sita dan diangkut dari lokasi, mengingat medan yang sangat sulit,” ujar Wakapolres.

[Fernandez]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...