Padang – Tradisi Serak Gulo kembali digelar umat muslim keturunan India Kota Padang, di Masjid Muhammadan Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (13/12/2023).
Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang diterima sepanjang tahun oleh warga muslim keturunan India di Kota Padang.
Ketua Perkumpulan Keluarga Masjid Muhammadan Muhammad Fauzan mengatakan, Tradisi Serak Gulo ini dilaksanakan setiap tanggal 1 Jumadil Akhir dalam kalender penanggalan Islam.
“Untuk tahun ini kami mengumpulkan sebanyak tiga ton gula pasir, yang merupakan sumbangan warga keturunan India,” sebutnya.
Gula yang terkumpul tersebut, kemudian dimasukan ke dalam kain perca kecil sebelum dibagikan ke masyarakat yang telah berkumpul.
“Ke depannya kami akan buat lebih meriah lagi karena mendapat dukungan, dari Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” imbuhnya.
Sebagai tradisi yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun ini, pada 25 Oktober lalu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI menobatkan tradisi Serak Gulo sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani mengatakan, Tradisi Serak Gulo ini merupakan bagian dari Calender Even Dinas Pariwisata Kota Padang yang diselenggarakan setiap tahun.
“Dengan adanya penghargaan dari nasional, ini adalah warisan budaya tak benda, tentunya kita harus melestarikan budaya ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani.
“Kita akan tingkatkan lagi menjadi Pekan Budaya India, dan puncaknya nanti adalah serak gulo ini,” sambungnya.
Tradisi Serak Gulo hanya di tiga negara yakni India, Singapura dan Indonesia, dimana untuk negara Indonesia hanya bisa disaksikan di Kota Padang.