Relokasi PKL Kelok 9 Harus Jadi

KELOK 9 MALAM HARI | Suasana jembatan layang kelok sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Foto IG : @tanharimage
KELOK 9 MALAM HARI | Suasana jembatan layang kelok sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Foto IG : @tanharimage
KELOK 9 MALAM HARI | Suasana jembatan layang kelok sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Foto IG : @tanharimage
KELOK 9 MALAM HARI | Suasana jembatan layang kelok sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Foto IG : @tanharimage

LIMAPULUHKOTA, KABARSUMBAR-Pemerintah Provinsi Sumbar sudah menargetkan akan memindahkan para Pedagang Kaki Lima di jembatan layang Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Relokasi PKL tersebut, dikarenakan Pemkab Limapuluh Kota menilai jika merelokasi pedagang terkesan terburu-buru. Namun hal itu menurut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, tidak hanya dari gerakan Pemprov. Jajaran dari Pemkab juga akan diajak.

“Kita tidak mematikan aktivitas pedagang di sana, kami akan memindahakn ke lokasi yang sedang di bahas bersama pemerintah pusat,” ujar Wagub Nasrul Abit, Senin (28/5/2018).

Pemkab sempat menolak, katanya. “Infiormasi kemarin katanya Wabup tidak menolak dan maka dari itu kami meninjau dan diharap bersama-sama untuk melakukan penertiban,” kata Nasrul.

Tidak hanya gerakan membangun kesejahtaraan rakyat. Polda Sumbar bakal memasang Closed-circuit television (CCTV) di atas jembatan layang itu. Sehingga dapat memantau arus lalu lintas, terutama kendaraan yang tengah markir di atas jembatan yang diresmikan era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Tidak hanya itu saja, di kawasan jembatan layang itu akan dibangun menara pandang, sehingga dapat dinikmati oleh wisatawan akan pemandangan alam dan keindahan Kelok Sembilan. Setidaknya 160 PKL telah menguasai jembatan layang Kelok Sembilan, berdasarkana catatan Pemprov Sumbar dan ditargetkan 2020 pusat dagang di kabupaten itu rampung dan akan ditempati pedagang, sehingga UMKM tumbuh subur.

[lidairak]