Padang – Babak semifinal Piala Bola Pantai Sumbar 2025 di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, kembali menghadirkan pertandingan menarik antara Catam 06 Pariaman melawan Remaja Tarusan.
Pertandingan yang digelar pada 12 Oktober 2025 itu berlangsung penuh tensi dan menjadi salah satu laga paling seru selama turnamen berlangsung.
Sejak peluit awal, kedua tim tampil ngotot dengan tempo permainan tinggi.
Remaja Tarusan mencoba menekan lebih dulu dengan serangan cepat dari sisi sayap, namun pertahanan Catam 06 Pariaman tampil disiplin dan mampu mematahkan setiap peluang yang datang.
Memasuki pertengahan babak pertama, Catam 06 mulai menemukan ritme permainan dan berbalik menekan.
Gol pertama Catam 06 membuka jalannya pertandingan dan mengubah dinamika permainan.
Setelah unggul, tim asal Pariaman itu tampil lebih percaya diri dengan permainan bola pendek dan serangan terorganisir.
Hingga babak pertama usai, mereka berhasil menggandakan keunggulan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
Memasuki babak kedua, Remaja Tarusan berusaha bangkit dan memperkecil ketertinggalan.
Sebuah gol balasan sempat tercipta melalui situasi bola mati yang memperkecil skor menjadi 2-1. Namun, kebangkitan itu tak berlangsung lama.
Catam 06 Pariaman kembali mengambil alih permainan dengan dua gol tambahan yang memastikan kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 4-1.
Pertandingan ini menegaskan kekuatan Catam 06 Pariaman sebagai salah satu tim paling solid di turnamen tahun ini.
Koordinasi antarlini berjalan efektif, sementara lini serang tampil tajam dan efisien dalam memanfaatkan peluang.
Kemenangan ini juga mengantarkan Catam 06 Pariaman ke babak final, di mana mereka akan menghadapi sesama tim asal Pariaman, PKPS Pariaman, yang sebelumnya menyingkirkan Tuah Basamo Pasbar.
Turnamen Piala Bola Pantai Sumbar 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan tim-tim terbaik daerah, tetapi juga mendorong geliat wisata olahraga di Sumatera Barat.
Dengan dua tim asal Pariaman yang berhasil menembus final, catatan ini menegaskan peran penting kota tersebut sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola pantai di ranah Minang.






