Makkah – Pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji risiko tinggi dari Embarkasi Padang diperketat menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tim dokter spesialis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah turun langsung ke hotel jemaah untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap prima.
Langkah jemput bola itu menyasar terutama jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Selain pemeriksaan klinis, tim medis juga melakukan pemantauan kesehatan berkala dan memastikan obat-obatan rutin tetap tersedia selama fase krusial ibadah di Tanah Suci.
Sejumlah dokter spesialis dilibatkan dalam visitasi intensif tersebut, di antaranya dr. Risma, dr. Agus Sulistiawati, dan dr. Ika. Seluruh kegiatan preventif itu dipantau langsung oleh Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah sekaligus Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna.
Petugas Kesehatan Haji Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, mengatakan jemaah risiko tinggi membutuhkan pengawasan ekstra karena keterbatasan mobilitas dan kondisi fisik yang rentan. Menurut dia, pemeriksaan langsung ke hotel menjadi cara paling efektif untuk menjaga pemantauan tetap maksimal.
“Pelayanan kami lakukan langsung melalui visitasi ke hotel tempat jemaah menginap agar pemantauan kesehatan berjalan maksimal dan tepat sasaran,” kata Maulidya, Minggu (17/5/2026).
Ia menambahkan, langkah proaktif itu semakin penting karena cuaca di Makkah belakangan cukup ekstrem dengan suhu yang terus meningkat. Pengawasan ketat diharapkan dapat mencegah kelelahan berat dan dehidrasi yang berisiko dialami jemaah.
Selain pemeriksaan dan observasi, tim medis juga aktif memberikan edukasi kesehatan kepada jemaah dan pendamping. Mereka diingatkan untuk mengatur aktivitas fisik, cukup minum, menjaga waktu istirahat, dan disiplin mengonsumsi obat.
“Kami terus mengimbau seluruh jemaah untuk mulai menghemat tenaga menjelang fase Armuzna. Hindari memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, termasuk ibadah sunah yang terlalu menguras energi, sebelum puncak haji tiba,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, memastikan seluruh jemaah haji Embarkasi Padang asal Sumatera Barat dan Bengkulu kini telah berada di Makkah. Sebelas kloter gelombang pertama yang sebelumnya tiba di Madinah juga telah didorong ke Makkah secara bertahap sejak awal Mei.
Rifki menegaskan, mitigasi kesehatan menjadi prioritas utama di tengah padatnya konsentrasi jemaah dari berbagai negara menjelang Armuzna. Ia menilai kolaborasi tim kesehatan kloter dan KKHI merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi para jemaah.
“Kolaborasi tim kesehatan kloter bersama KKHI melalui pengawasan langsung ke hotel-hotel ini adalah langkah nyata kehadiran negara. Kami ingin memastikan seluruh jemaah, terutama kelompok lansia dan risiko tinggi, dalam kondisi siap dan sehat menghadapi puncak haji,” kata Rifki.
Ia juga meminta jemaah bijak dalam beraktivitas dan memprioritaskan rangkaian ibadah wajib. Menurut dia, kesiapan fisik menjadi kunci agar jemaah mampu menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji dengan baik.
“Puncak ibadah haji sangat menguras tenaga dan menuntut kondisi fisik yang kuat. Karena itu, jemaah diminta untuk senantiasa menjaga stamina, memperbanyak istirahat di hotel, dan tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan,” ujarnya.






