KampusKota Padang

Unand Raih Peringkat Dua Nasional Pendanaan Riset RIKUB 2025

641
×

Unand Raih Peringkat Dua Nasional Pendanaan Riset RIKUB 2025

Sebarkan artikel ini

Sebanyak tujuh proposal penelitian UNAND berhasil mendapatkan pendanaan dari program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2025.

Padang – Universitas Andalas (UNAND) kembali meraih prestasi gemilang di bidang riset.

Sebanyak tujuh proposal penelitian UNAND berhasil mendapatkan pendanaan dari program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2025.

UNAND menempati posisi kedua nasional sebagai perguruan tinggi dengan proposal terbanyak yang didanai.

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) mengumumkan UNAND berada di bawah Universitas Gadjah Mada (UGM), yang memimpin dengan delapan proposal.

“Alhamdulillah, dengan didanainya tujuh proposal, UNAND berhasil menempati posisi strategis di dua besar nasional,” kata Rektor UNAND, Efa Yonnedi, menyambut baik pencapaian ini.

Efa menambahkan, prestasi ini membuktikan riset UNAND tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Selain UNAND dan UGM, lima besar penerima pendanaan RIKUB 2025 diisi oleh Universitas Riau (Unri) dengan enam proposal, serta Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang masing-masing meraih lima pendanaan.

Ketua LPPM UNAND, Prof. Marzuki, menjelaskan ketujuh proposal riset inovatif ini mencakup berbagai bidang strategis, seperti teknologi hijau, ekonomi, kesehatan, dan energi terbarukan.

Berikut daftar tujuh riset dari peneliti UNAND yang akan dikembangkan:

Daimon Syukri: Inovasi pemanfaatan tanin gambir sebagai biopolimer untuk industri pelapis antikarat berkelanjutan berbasis teknologi hijau.
Dodi Devianto: Model efisiensi fiskal penggunaan dana transfer daerah melalui pendekatan Bayesian Vector Autoregressive.
Netty Suharti: Inovasi produk nanoemulsi aromaterapi poliherbal sebagai antidepresan dan anti-insomnia.
Novizar: Transformasi rantai nilai kopi spesialti berbasis ekonomi sirkular dengan inovasi pascapanen ramah lingkungan dan transparan melalui teknologi blockchain.
Putra Santoso: Pembuatan prototipe suplemen medis berbasis serat nano, pati resisten, dan tepung bengkuang termodifikasi untuk penderita diabetes, inflamasi, dan disbiosis usus.
Syafii: Stasiun tenaga surya portabel berbasis IoT dengan keluaran AC/DC adaptif sebagai solusi alternatif untuk mendukung ketahanan energi.
* Uyung Gatot Syafrawidinata: Aplikasi Rotor Savonius sebagai silinder efek magnus untuk membantu propulsi kapal barang dan nelayan.

DPPM memberikan apresiasi kepada seluruh tim pengusul dan mengucapkan selamat kepada para penerima dana.

Keberhasilan ini memperkuat komitmen UNAND untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas riset melalui pengembangan pusat-pusat riset unggulan.

UNAND akan terus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan dan memberikan manfaat langsung bagi industri serta masyarakat luas.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.