Wagub Harapkan Tanamkan Kesadaran Diri Dalam Jaga Kebersihan Pantai

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit didampingi Kepala DKP Sumbar, Yosmeri bersama Wakil Bupati Agam, ratusan pelajar beserta sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab Agam menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Selasa pagi (17/7).
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit didampingi Kepala DKP Sumbar, Yosmeri bersama Wakil Bupati Agam, ratusan pelajar beserta sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab Agam menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Selasa pagi (17/7).
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit didampingi Kepala DKP Sumbar, Yosmeri bersama Wakil Bupati Agam, ratusan pelajar beserta sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab Agam menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Selasa pagi (17/7).
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit didampingi Kepala DKP Sumbar, Yosmeri bersama Wakil Bupati Agam, ratusan pelajar beserta sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab Agam menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Selasa pagi (17/7).

AGAM, KABARSUMBAR-Wakil Gubenur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit,  mengharapkan mulai menanamkan kesadaran dan kepedulian pada diri sendiri dalam menjaga kebersihan khususnya Pantai Pasir Tiku, Kabupaten Agam.

Nasrul mengatakan kebersihan pantai adalah cara terbaik untuk merangsang wisatawan datang dan kembali datang ke Sumbar. Apalagi, tingkat kunjungan wisata kian meningkat. Sampai akhir Juni 2018 saja misalnya, lebih 1,6 juta orang berkunjung ke seluruh destinasi wisata di Ranah Minang.

“Kalau tempat kita nyaman, bersih, tentu pengunjung ingin kembali datang. Kalau kotor, tidak nyaman, tentu hal itu terjadi. Makanya, pantai harus bersih, sehat dan tidak kotor,” tegasnya.

Menurut dia, nanti akan ada kelompok masyarakat pengawas (pokmawas) yang akan terlibat mengawasi kebersihan pantai. Namun, tujuan utama dari aksi ini adalah memberikan penyadaran, agar masyarakat cinta bersih dan tidak buang sampah sembarangan.

“Kepedulian ini yang masih minim. Lihat saja para pedagang, kita bersih-bersih, mereka duduk tak peduli,” kata Nasrul sembari menunjuk beberapa pedagang Pantai Tiku yang terkesan cuek dengan aksi bersih pantai.

Pihaknya mengatakan agar tercipta rasa nyaman dan aman berwisata maka perlu adanya kesadaran dan kerjasama semua komponen dengan menjaga kebersihan pantai agar tercipta hidup sehat.

“Pantai yang bersih tentu akan membuat para wisatawan merasa aman dan nyaman berkunjung jika kita tidak dibiarkan kotor,” kata dia.

Wagub menekankan, agar tidak ada lagi warga yang sembarangan membuang sampah. Apalagi, di lokasi objek wisata pantai yang mayoritas menjadi tujuan wisatawan saat berkunjung ke Sumbar.

“Semua komponen masyarakat, pedagang dan stakholder terkait mari bersama-sama menjaga kebersihan,” kata Nasrul saat membuka kegiatan Gerakan Bersih Pantaiku, Bersih Lautku di Pantai di Pasie Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam Sumbar, Selasa (17/7/2018).

Nasrul mengatakan, ada 7 kabupaten/kota yang memiliki pantai. Diantaranya, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Mentawai, Kota Pariaman, Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri mengatakan mayoritas pesisir pantai di Indonesia dicemari sampah, terutama limbah plastik. Kondisi tersebut juga terjadi di hampir seluruh pantai di Sumbar, tidak jarang bibir laut hingga lingkungan bermain di sekitar pantai juga dikotori banyak sampah.

“Membersihkannya perlu kepedulian bersama. Sampai kini, mayoritas kebersihan pantai kita belum terjaga,” kata dia.

Yosmeri mengatakan, aksi bersih pantai bertema “bersih pantaiku, hijau lautku” itu diikuti ratusan pelajar, TNI, sejumlah stakeholder Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam. “Ini kegiatan rutin DKP. Dengan aksi bersih-bersih diharapkan meningkatkan partipasi masyarakat dan pemangku kebijakan terkait,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria yang turut mengatakan, pantai Tiku merupakan salah satu destininasi wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Agam. Sehingga, sudah seharusnya semua pihak menjaga keindahan pantai, agar tetap digemari wisatawan.

“Aksi ini hanya pendorong semangat kepedulian seluruh pihak terhadap kebersihan lingkungan, bukan puncak pembersihan pantai,” kata politisi PKS itu.

Selain masyarakat, pedagang yang berjualan di sekitar pantai Tiku juga wajib menjaga kebersihan. “Tidak kalah pantai kita dengan Bali. Tapi, kenapa ramai? Selain budaya pelayanan, kebersihan juga mereka utamakan,” kata Trinda.

[putri caprita]