Wagub Sayangkan Masih Ada Aksi Pungli Selama Lebaran

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit diwawancarai oleh sejumlah wartawan usai Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXI (TKMPN) dan Internasional Quality Produktivitas Convetion (IQPC) 2017. Foto : Istimewa

PADANG, KABARSUMBAR – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat Nasrul Abit sangat menyayangkan masih adanya aksi pemalakan dan premanisme hingga pungutan liar (pungli) yang ditemukan pada sejumlah objek wisata, selama libur lebaran tahun 2018. Pihaknya pun berjanji akan mengevaluasi hal tersebut.

“Benar, kita masih dapatkan informasi insiden, pengunjung kena pakuak dan premanisme di objek wisata, ini harus tetap kita tekan ke depan. Karena ini yang paling cepat menghancurkan dunia pariwisata kita,” kata Wagub usai memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 di Padang, Senin (25/6/2018).

Langkahnya pun, kata Wagub dengan mengundang kepala daerah selaku penentu kebijakan untuk mengevaluasi kawasan objek wisata. “Dengan hal tersebut, Pemda bisa melakukan pembenahan pada objek wisatanya masing-masing,” jelas Wagub.

Tak hanya itu, Wagub juga meminta Satpol PP untuk memberikan laporan, jika adanya aksi pungutan liar yang merugikan masyarakat.

Sementara, soal kemacetan yang terjadi pada kawasan Stasiun Duku, Padang Pariaman, Wagub menyebut, dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan pihak Perkeretaapian, Dirlantas, Balai Jalan, dan Dinas Perhubungan untuk mencarikan solusi kemacetan yang terjadi.

“Untuk kawasan Pasar Koto Baru, tahun 2019 akan dianggarkan Rp10 miliar untuk memindahkan parkir dan pasar ke belakang agar di lokasi tersebut tidak lagi macet. Sementara untuk Pasar Padang Lua dan Pasar Baru, bakal dilakukan pertemuan dengan kepala daerah masing-masing guna mencari solusi persoalan kemacetan yang terjadi, khususnya saat hari pasar masyarakat setempat,” tutup Wagub.