Wings Air Himbau Masyarakat Untuk Tidak Menyampaikan Informasi Palsu

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang penumpang yang membuat gaduh saat di Bandara International Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Photo : Putri Caprita.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang penumpang yang membuat gaduh saat di Bandara International Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Photo : Putri Caprita.

PADANG PARIAMAN, KABARSUMBAR– Wings Air menghimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu ataupun bercanda mengaku membawa bom di bandar udara dan di pesawat.

“Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dengan sanksi tegas oleh pihak berwajib dan diancam hukuman hingga 15 tahun. Jika akibat ulahnya jatuh korban jiwa,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Wings Air.

Hal ini terjadi terkait pesawat IW1293
pada senin, (11/6/2018) mengalami keterlambatan terbang (delayed) dikarenakan ada gurauan tentang bom (bomb joke) dari seorang penumpang laki-laki berinisial NS (24) dengan nomor kursi sesuai boarding pass yaitu 16F.

“NS Pelaku candaan bom di pesawat Wings Air tujuan Padang-Jambi ternyata merupakan seorang oknum prajurit TNI dan saat ini sudah diserahkan ke Polisi Militer TNI untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan,” ujarnya.

Kejadian berawal saat penumpang selesai masuk ke pesawat (final boarding) pukul 15.50 WIB, NS mengaku membawa bom pada barang bawaan yang disampaikan kepada pramugari, saat pramugari akan memindahkan barang tersebut.

Dalam memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan berdasarkan standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures), pungkasnya.

Seluruh penumpang, barang bawaan dan kargo, dikembalikan ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening).

Dengan kerjasama yang baik antara kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan pejtugas keamanan (aviation security/ avsec), maka proses pemeriksaan dapat diselesaikan secara teliti, tepat dan benar.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di pesawat, yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan.

“Akibatnya pesawat tersebut mengalami keterlambatan pemberangkatan hingga 90 menit dan baru lepas landas pukul 17.45 WIB,” ujarnya.

Wings Air telah menyerahkan NS ke pihak avsec Minangkabau Airport dengan didampingi Otoritas Bandar Udara (Otband) Wilayah VI, dan ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Avsec Angkasa Pura II Cabang Minangkabau
serta Kepolisian Bandar Udara Minangkabau (Polsek) ke pihak polisi militer Sumatera Barat untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

“Untuk penegakan hukum merupakan ranah aparat yang berwenang dan pihak bandara hanya membuat berita acara kronologis kejadian,”tambahnya.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...