Tarekat Naqsabandiyah Menggelar Takbiran Malam Ini, Besok Lebaran

Jamaah tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat salat tarawih awal Ramadan 1439 hijriah/2018 masehi di Mushala Bai'tul Makmur, Pauh Lima, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dokumen : IG @tanharimage.
Jamaah tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat salat tarawih awal Ramadan 1439 hijriah/2018 masehi di Mushala Bai’tul Makmur, Pauh Lima, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dokumen : IG @tanharimage.

PADANG, KABARSUMBAR–Ratusan jamaah pengikut tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di Sumbar melaksanakan takbiran setelah salat Isya, Selasa (12/6/2018). Jamaah tareqat Naqsabandiyah yang datang dari berbagai daerah memadati Mushala Bai’tul Makmur dan Surau Baru di Pauh Lima, Kota Padang.

Tarekat ini pun selalu berbeda dalam penentuan puasa awal dengan pemerintah, pasalnya penentuan awal Ramadan 1439 Hijriah berdasarkan perhitungan almanak metode Hisab Munjid, yang telah digunakan sejak turun temurun. Berdasarkan keputusan pengurus tarekat, memutuskan 1 Syawal 1439 Hijriah, jatuh pada Rabu (13/6/2018). Artinya, jamaah Naqsabandiyah akan berlebaran besok dan melaksanakan Salat Ied Idul Fitri 1439 H.

“Penentuan itu pun setelah para penatua tareqat melakukan rukhiyat,” kata Pimpinan jamaah Naqsabandiyah Sumbar, Mursyid Syafri Malin Mudo kepada Kabarsumbar.com, Selasa (12/6/2018).

Katanya, penentuan ini telah berlaku sejak dahulunya. Penentuannya dengan cara menghitung 360 hari dari puasa tahun lalu dan awal puasa tahun ini 13 Juni. Selain hisab, untuk memperkuat penetapan ramadan juga dilaksanakan rukyatul hilal sebanyak tiga kali selama bulan Syaban.

“Kami punya tim untuk menentukan Ramadan. Di bulan Syaban, mereka bersama-sama melihat bulan, yakni pada tengah malam tanggal 8 Syaban. lalu di hari pada 15 Syaban, dan terakhir pada fajar 22 Syaban. Hasil itu dicocokkan dengan hisab,” jelas Mursyid Syafri Malin Mudo.

Pengikut Tareqat Naqsabandiyah sebelumnya juga melaksanakan suluk dan para peserta suluk tersebut tidak diperbolehkan makan yang berdarah seperti ikan, susu telur dan itu dilakukan sesuai dengan ajaran nabi Muhammad SAW, dimana nabi dulunya sebelum kitab suci Al-Quran diturunkan, Nabi melakukan suluk selama 17 hari 17 malam. Suluak adalah tradisi berzikir selama Ramadan yang dilakukan, dalam tradisi ini beberapa orang yang mengikutinya terus berada dalam ruangan di dalam Masjid dan hanya berzikir siang dan malam.

Selain di Padang, beberapa daerah lainya seperti Solok, Pesisir Selatan, Pasaman, Solok Selatan para umat tareqat Naqsabandiyah juga menjalankan puasa Ramadan. Para jamaah yang mengikuti ritual basuluak akan kembali ke rumah masing-masing dan selanjutnya mempersiapkan diri, untuk salat Ied Idul Fitri 1439 H.

[lidairak]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...