Kota PariamanSumatera Barat

Kendala Fasilitas, Program Makan Bergizi Gratis Sumbar Ditunda Sementara

1094
×

Kendala Fasilitas, Program Makan Bergizi Gratis Sumbar Ditunda Sementara

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

KABARSUMBAR – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terpaksa menunda sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa di seluruh wilayahnya. Penundaan ini terjadi karena keterbatasan fasilitas dapur umum sebagai pusat penyedia makanan bergizi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengungkapkan bahwa rencana pelaksanaan serentak di Kota Padang pada Senin, 6 Januari, harus ditunda. “Karena kendala fasilitas, pelaksanaan program ini sementara ditangguhkan,” ujarnya dalam keterangan kepada Antara Sumbar, Selasa (7/1).

Jika seluruh persiapan rampung, program ini akan dilaksanakan di 19 kabupaten/kota. Untuk Kota Padang, Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti dijadikan pusat dapur umum penyedia makanan bergizi bagi siswa.

Mahyeldi menargetkan program ini dapat menjangkau sekitar dua juta siswa di seluruh Sumatera Barat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda di wilayah tersebut.

 

Meski sejumlah daerah menunda pelaksanaan program, Kota Pariaman menjadi pengecualian. Sejak 6 Januari 2025, program ini telah dimulai di sana. Sebanyak 3.497 siswa dari total 12.600 siswa Pariaman telah menerima makanan bergizi gratis pada tahap awal.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Masrimfi, menyebut program ini menyasar anak-anak TK, siswa SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Pembagian makanan dilakukan dalam dua sesi setiap hari. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB untuk anak TK dan siswa SD kelas 1 hingga 3, dengan total 78 porsi. Sesi kedua berlangsung pukul 11.00 WIB untuk siswa SD kelas 4 hingga 6, serta siswa SMP/MTs dan SMA/MA, dengan total 3.378 porsi.

Tahap awal di Pariaman telah mendistribusikan 3.456 porsi makanan. Menu yang disediakan berupa nasi, ayam goreng, telur, tumis sayur, dan pisang. Semua makanan dikemas secara higienis dalam kotak plastik.

Masrimfi menjelaskan bahwa program ini bertujuan memastikan siswa mendapatkan asupan gizi cukup untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan mereka. “Kami berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk segera menyusul,” ujarnya.

Gubernur Mahyeldi tetap optimis program ini akan berjalan sesuai rencana setelah kendala dapur umum teratasi. Dengan semangat pemerataan akses gizi, Sumatera Barat terus berupaya menjadikan program ini sebagai inovasi unggulan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dampak positif program ini diharapkan mendorong perkembangan fisik dan mental generasi penerus bangsa.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.