Kota Padang

Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Dorong Pembentukan Badan Pengelola Heritage

286
×

Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Dorong Pembentukan Badan Pengelola Heritage

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin rapat koordinasi kolaborasi Pentahelix di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (3/7/2025). Agenda utama dalam rapat tersebut ialah mendorong percepatan revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai bagian penting dari visi pembangunan berkelanjutan Kota Padang.

Fadly menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak semata menjaga bangunan tua, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai ruang interaksi masyarakat yang aktif. Dengan pendekatan lintas sektor, kawasan Kota Tua diharapkan menjadi pusat budaya, ekonomi kreatif, dan destinasi wisata unggulan.

“Langkah ini selaras dengan Progul Jelajah Padang. Kami ingin menciptakan ruang hidup yang berakar pada sejarah, namun relevan bagi generasi kini,” ujar Fadly.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, seperti Guru Besar Arsitektur dan Perencanaan UGM, Prof. Wiendu Nuryanti, Kepala Dispar Sumbar Luhur Budianda, Kepala Dispar Padang Yudi Indra Syani, serta perwakilan pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, hingga investor.

Dalam forum tersebut, Fadly menyampaikan rencana Pemko Padang untuk membentuk Badan Pengelola Situs Kota Lama (BPSKL), mencontoh model sukses dari Kota Semarang. Badan ini akan memastikan pengelolaan kawasan heritage berjalan profesional, terstruktur, dan berbasis regulasi kuat.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Revitalisasi ini harus menjadi kerja bersama seluruh unsur Pentahelix demi menciptakan wajah baru Kota Padang yang kreatif dan mendunia,” lanjut Fadly.

Sementara itu, Prof. Wiendu Nuryanti menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai, Kota Padang memiliki potensi besar sebagai kota kreatif dunia, khususnya melalui kekayaan gastronomi lokal.

“Penguatan identitas kota harus dibarengi rebranding dan tata kelola lintas sektor yang terintegrasi. Pendekatan ini akan memperkuat posisi Padang dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO,” jelas mantan Wamendikbud RI periode 2011–2014 itu.

Ia menambahkan, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama untuk menjadikan Kota Tua Padang sebagai simpul sejarah sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.