Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan, tidak ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di daerahnya. Ia menyatakan kebijakan ini tetap berlaku meski keuangan daerah sedang terbatas.
Menurut Mahyeldi, menaikkan PBB bukan jalan keluar menghadapi keterbatasan fiskal. Pemerintah Provinsi Sumbar lebih memilih mencari sumber pendapatan baru melalui investasi.
“Kita tidak akan menambah beban masyarakat dengan menaikkan PBB,” tegas Mahyeldi saat meresmikan Kantor PPID Bank Nagari, Minggu (17/8/2025).
Sebagai langkah konkret, Pemprov mewajibkan setiap investor yang masuk untuk berkantor di Sumatera Barat. Dengan cara ini, daerah berharap dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas lapangan kerja.
“Kita ingin investasi di Sumbar berdampak nyata, membuka pekerjaan baru, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Mahyeldi menyebut sektor pariwisata menjadi prioritas utama. Ia menilai industri ini memiliki efek berantai, mulai dari UMKM, perhotelan, hingga transportasi.
“Investasi pariwisata sangat strategis karena mampu menyediakan banyak peluang kerja baru bagi generasi muda,” tuturnya.
Melalui kebijakan pro investasi tersebut, Mahyeldi optimistis pertumbuhan ekonomi Sumbar tetap terjaga tanpa menambah beban pajak masyarakat.






