Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) suntik modal Rp750 miliar ke Unit Usaha Syariah Bank Nagari.
Dana segar ini berasal dari penerbitan sukuk daerah yang menargetkan penghimpunan dana hingga Rp1 triliun.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan suntikan modal ini menjadi bagian utama dari skema pemanfaatan dana sukuk.
“Dari Rp1 triliun yang akan dihimpun, Rp750 miliar direncanakan untuk unit syariah Bank Nagari,” ujarnya dalam rapat koordinasi virtual, Senin (13/10).
Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas pembiayaan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Penerbitan sukuk menggunakan akad ijarah (sewa), sesuai rekomendasi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, dengan estimasi kupon 10 persen.
Sisa dana Rp250 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan ruang operasi di RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi.
Kepala Biro Perekonomian Setprov Sumbar, Kuartini Deti Putri, menjelaskan penyertaan modal ini berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah melalui dividen.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyambut baik rencana ini. Ia menilai hal ini akan memperluas kapasitas pembiayaan syariah di sektor produktif dan UMKM.
Pemprov Sumbar berkomitmen mengikuti seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam penerbitan sukuk ini.
Pelaksanaan teknis akan dikoordinasikan oleh Tim Sembilan yang diketuai Kepala Bappeda.
Mahyeldi optimistis penerbitan sukuk daerah ini akan menjadi rujukan nasional dalam penguatan keuangan daerah berbasis syariah.






