Padang – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (9/12/2025).
Bencana ini melanda 16 kabupaten/kota.
Kedatangan Menteri Hanif di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) disambut langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi.
Pemerintah pusat menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penanganan bencana di Sumbar.
“Atas bencana yang menimpa Sumbar, kami menyampaikan duka yang mendalam. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan,” ujar Menteri Hanif.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi perhatian dan kehadiran Menteri Hanif. Ia menegaskan, dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat pemulihan lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Kehadiran bapak Menteri sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit ini,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi melaporkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 25 November 2025 telah menyebabkan 235 orang meninggal dunia, 93 orang hilang, 113 orang luka-luka, dan 256.881 jiwa terdampak.
Pemprov Sumbar memperpanjang status tanggap darurat hingga 22 Desember 2025.
Fokus utama saat ini adalah evakuasi, pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar, dan verifikasi data kerusakan.
Setelah penyambutan, Menteri Hanif melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter untuk melihat sebaran kerusakan lingkungan akibat bencana.






