KampusKota Padang Panjang

ISI Padangpanjang Gelar Dies Natalis, Perkuat Komitmen dan Daya Saing

439
×

ISI Padangpanjang Gelar Dies Natalis, Perkuat Komitmen dan Daya Saing

Sebarkan artikel ini
enam-program-studi-isi-padangpanjang-raih-akreditasi-internasional
Enam Program Studi ISI Padangpanjang Raih Akreditasi Internasional

Padangpanjang – Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang merayakan Dies Natalis ke-60, menandai enam dekade pengabdian di dunia seni dan budaya.

Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang sekaligus peneguhan komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Perayaan yang dirangkaikan dengan Lustrum XII Tahun 2025 ini, menjadi ajang bagi ISI Padangpanjang untuk menegaskan visinya sebagai perguruan tinggi seni yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Sidang Terbuka Senat membuka rangkaian acara peringatan Dies Natalis yang digelar di Gedung Hoeridjah Adam, Senin (22/12/2025).

Ketua Senat ISI Padangpanjang, Junaidi, secara resmi membuka sidang dengan tema “Inovasi dan Kolaborasi Seni Berdampak”.

Tema ini selaras dengan kebijakan “Kampus Berdampak” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor ISI Padangpanjang, Febri Yulika, dalam pidatonya menyampaikan usia 60 tahun merupakan fase kematangan bagi institusi untuk terus bertransformasi dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi hari ini tidak lagi cukup menjadi menara gading. ISI Padangpanjang harus hadir dan berdampak, menjawab kebutuhan nyata masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, termasuk dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence dan penguatan ekonomi kreatif,” katanya.

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen ISI Padangpanjang untuk relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri kreatif.

Perayaan Dies Natalis ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Wali Kota Padangpanjang Allex Saputra, Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarsa Nugroho Putro, perwakilan Kejaksaan Negeri Padangpanjang, Secata B Padangpanjang, mitra perbankan, mitra industri kreatif, para alumni, serta seluruh sivitas akademika ISI Padangpanjang.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan luas terhadap peran ISI Padangpanjang dalam pembangunan daerah dan pengembangan seni budaya.

Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis, melalui orasi yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Allex Saputra, menyoroti peran ISI dalam membentuk identitas seni dan budaya, serta menumbuhkan kepekaan sosial di tengah masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi dari pemerintah kota atas kontribusi ISI dalam melahirkan ribuan seniman, budayawan, pendidik dan peneliti yang membawa nama baik Minangkabau, Sumatera Barat dan Indonesia di berbagai panggung dunia,” kata Hendri Arnis.

Sejarah panjang ISI Padangpanjang bermula dari Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) yang didirikan pada 22 Desember 1965.

Transformasi menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang terus memacu institusi ini untuk mencapai capaian yang signifikan dalam bidang pendidikan seni.

Beberapa program studi di ISI Padangpanjang telah meraih akreditasi internasional FIBAA, termasuk Program Studi Seni Karawitan, Seni Tari, Seni Musik, dan Kriya Seni.

Pengakuan internasional ini membuktikan kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh ISI Padangpanjang.

Selain itu, ISI Padangpanjang juga mencatat peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional, penguatan riset dan publikasi ilmiah, serta perluasan kerja sama global dengan berbagai institusi pendidikan dan industri kreatif mancanegara.

Hal ini menunjukkan komitmen ISI Padangpanjang untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikannya.

Rektor Febri Yulika juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, penambahan guru besar, pengembangan infrastruktur, serta percepatan implementasi Badan Layanan Umum (BLU) sebagai bagian dari strategi besar menuju ISI Padangpanjang yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Dies Natalis ke-60 ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga tonggak penguatan visi ISI Padangpanjang menuju perguruan tinggi seni terbaik di tingkat nasional dan Asia Tenggara,” tegasnya.

Pada momentum Dies Natalis ke-60 ini, ISI Padangpanjang juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat dengan memberikan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak bencana sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan studi mereka.

Solidaritas dan bantuan kemanusiaan terus mengalir ke ISI Padangpanjang, baik dari Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Universitas Bengkulu, Universitas Lampung, ISI Bali, maupun dari seluruh sivitas akademika ISI Padangpanjang. Sebagian rangkaian kegiatan Dies Natalis dialihkan menjadi aksi kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak bencana.

Dalam kesempatan tersebut, ISI Padangpanjang juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi, dedikasi, serta kontribusi sivitas akademika dan insan seni budaya Minangkabau dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan seni dan budaya.

Penghargaan diberikan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama ISI Padangpanjang di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Piagam penghargaan juga diserahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purnatugas sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.