PendidikanSumatera Barat

Sumbar Jadikan Silat Ekstrakurikuler Wajib, Investasi Jangka Panjang Pembentukan Karakter

480
×

Sumbar Jadikan Silat Ekstrakurikuler Wajib, Investasi Jangka Panjang Pembentukan Karakter

Sebarkan artikel ini
vasko-ruseimy-tegakkan-adab-dan-tradisi:-silat-wajib-di-sma,-minangkabau-tak-boleh-kehilangan-jati-diri
Vasko Ruseimy Tegakkan Adab dan Tradisi: Silat Wajib di SMA, Minangkabau Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Padang – Upaya masif pelestarian budaya Minangkabau digulirkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, sebagai Ketua IPSI Sumbar, secara resmi menjadikan silat tradisi sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA/sederajat.

Kebijakan strategis ini disosialisasikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Silat Tradisi yang melibatkan guru dan pelatih SLTA se-Sumbar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (24-25 Desember 2025) ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kejayaan silat.

Vasko Ruseimy menekankan bahwa silat bukan semata olahraga beladiri, melainkan sebuah jalan hidup yang sarat dengan adab, disiplin, dan filosofi mendalam.

“Silat yang diajarkan di sekolah bukan hanya tentang gerakan fisik. Ini adalah tentang pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi identitas anak Minangkabau,” tegas Vasko dalam sambutannya.

Inisiatif ini bukanlah upaya memindahkan sasaran silat ke lingkungan sekolah, melainkan menanamkan nilai-nilai penting warisan silat tradisi kepada generasi muda.

Vasko mengingatkan ancaman kepunahan silat tradisi. Dari sekitar 200 aliran yang pernah berkembang, kini hanya tersisa sekitar 50.

“Kita tidak bisa tinggal diam. Jika silat hanya menjadi cerita masa lalu, maka Minangkabau akan kehilangan identitasnya,” imbuhnya.

Dukungan penuh terhadap langkah Pemprov Sumbar datang dari Ketua KONI Sumbar, Hamdanus. Menurutnya, silat tradisi adalah fondasi utama pembentukan karakter atlet.

“Di sini, mereka belajar disiplin, hormat kepada guru, tanggung jawab, dan adab. Tanpa semua itu, prestasi hanyalah hampa,” jelas Hamdanus.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Sumbar berencana membangun Big Data Aliran Silek Tradisi Minangkabau. Sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dispora akan memastikan pendataan lengkap dan terintegrasi.

“Silat bukan sekadar warisan, tetapi identitas yang harus terus kita lestarikan agar tidak punah,” pungkas Vasko.

Kebijakan ini diharapkan menjadi babak baru dalam upaya menjaga kekayaan budaya Minangkabau dan menempa generasi muda yang berkarakter.

Bimtek ini menjadi langkah awal dari serangkaian program yang akan dijalankan untuk mengimplementasikan silat sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA/sederajat di Sumatera Barat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.