NasionalPeristiwa

Longsor di Sumedang, LaNyalla Minta Pemerintah Cari Akar Masalah Bencana

651
×

Longsor di Sumedang, LaNyalla Minta Pemerintah Cari Akar Masalah Bencana

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Musim penghujan saat ini membuat sejumlah daerah dilanda bencana.

Salah satunya adalah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang dilanda longsor.

Puluhan orang dikabarkan hilang. Petugas gabungan tengah melakukan evakuasi terhadap korban.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengaku prihatin atas bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia.

Mengingat bencana yang sering terjadi di Indonesia, LaNyalla meminta kepada pemerintah untuk menggali akar masalah dari bencana tersebut.

“Tujuannya adalah sebagai langkah preventif. Kalau kita tahu akar persoalan bencana yang terjadi, maka penanggulangannya tak hanya pada saat bencana itu datang, namun sebelum bencana menerpa,” kata LaNyalla di Jakarta, Selasa 11 Desember 2021.

Ia mencontohkan bencana longsor di Sumedang. Jika saja bencana itu disebabkan oleh kerusakan alam, maka sudah semestinya pemerintah daerah melakukan tindakan preventif melalui berbagai macam kebijakan.

“Langkah preventif itu bisa dituangkan melalui peraturan daerah (perda). Dengan begitu, langkah upaya meminimalisasi bencana dapat dilakukan sedini mungkin,” sebutnya.

LaNyalla memberikan apresiasi kepada petugas gabungan dan relawan yang bekerja cepat mengevakuasi korban longsor Sumedang.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-setingginya kepada petugas gabungan dan relawan yang sudah bekerja keras mengevakuasi korban,” ujarnya.

Sebanyak 900 orang dari berbagai unsur dilibatkan dalam proses pencarian di hari ketiga korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Petugas SAR gabungan masih mencari korban yang tertimbun longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang hingga Minggu 10 Januari 2021 pukul 16.00 WIB,

petugas menemukan 13 korban dalam keadaan meninggal dunia dan 27 korban lainnya masih dalam status pencarian.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.