Nasional

Banjir Terjang Sumbawa Barat, Tim Gabungan Lakukan Penanganan Cepat

556
×

Banjir Terjang Sumbawa Barat, Tim Gabungan Lakukan Penanganan Cepat

Sebarkan artikel ini

Selain itu, 15 unit rumah warga terendam, mengganggu aktivitas sehari-hari.

perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-indonesia-pada-8-januari-2026
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 8 Januari 2026

Sumbawa Barat – Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/1). Hujan deras menjadi penyebab utama bencana ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kejadian ini merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Indonesia.

Banjir di Sumbawa Barat dipicu hujan deras yang mengguyur Desa Tongo dan sekitarnya sejak pukul 10.00 hingga 13.00 Wita. Akibatnya, air menggenangi permukiman warga.

Kecamatan Sekongkang, Desa Tongo menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 60 jiwa dilaporkan terdampak banjir.

Selain itu, 15 unit rumah warga terendam, mengganggu aktivitas sehari-hari.

BPBD Kabupaten Sumbawa Barat bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kecamatan Sekongkang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa.

Langkah-langkah penanganan darurat segera dilakukan, meliputi pengamatan lapangan, pendataan, dan kaji cepat.

BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan dampak banjir.

Kabar baiknya, banjir telah surut sepenuhnya. Warga terdampak kini membersihkan lingkungan dan rumah mereka secara mandiri.

Selain Sumbawa Barat, banjir juga melanda Kabupaten Dompu, NTB, pada hari yang sama.

Hujan deras disertai petir dan angin kencang menyebabkan meluapnya air di sejumlah wilayah pemukiman.

Tiga kecamatan terdampak, yaitu Hu’u, Kilo, dan Pajo, mencakup enam desa.

Di Kecamatan Hu’u, Desa Rasabou dan Cempi Jaya mengalami dampak signifikan. Di Desa Rasabou, 31 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50-80 sentimeter. Dua rumah rusak akibat tembok roboh.

Di Desa Cempi Jaya, 51 rumah terendam dan tiga rumah mengalami kerusakan tembok.

Tragisnya, pagar kuburan roboh dan satu jenazah yang telah dimakamkan 25 hari sebelumnya terseret banjir. Jenazah tersebut kemudian dimakamkan kembali.

Dusun Sigi mencatat 27 rumah terendam, sementara di Desa Daha, Dusun Sandang Pangan, lima kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air 30-50 sentimeter. Satu kios juga mengalami kerusakan akibat jebol.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.