EkonomiKota Padang

Realisasi Investasi Kota Padang Capai Rp 600an Miliar

77
×

Realisasi Investasi Kota Padang Capai Rp 600an Miliar

Sebarkan artikel ini
Balaikota Padang
Balaikota Padang

Padang – Investasi di Kota Padang menunjukkan tren positif awal tahun ini. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang mencatat realisasi investasi sepanjang Triwulan I 2026 mencapai Rp643,6 miliar.

Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, merinci bahwa aliran modal tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp524 miliar.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp119 miliar.

Berdasarkan data DPMPTSP, sektor tersier mendominasi perolehan investasi dengan porsi mencapai 96,24 persen. Sisanya terbagi ke sektor sekunder sebesar 4,66 persen dan sektor primer sebesar 0,11 persen.

Fauzan menjelaskan, investasi mayoritas mengalir ke sektor konstruksi. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta hotel dan restoran menjadi penyumbang utama modal masuk ke Kota Padang.

Di samping investasi berskala besar, ekonomi daerah juga ditopang oleh ekosistem usaha lokal.

Hingga April 2026, DPMPTSP telah menerbitkan 1.548 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang didominasi oleh usaha mikro dengan tingkat risiko rendah.

Kecamatan Koto Tangah tercatat sebagai wilayah dengan penerbitan NIB tertinggi, yakni 392 izin. Capaian tersebut diikuti oleh Kecamatan Kuranji sebanyak 232 NIB dan Kecamatan Lubuk Begalung dengan 156 NIB.

Menurut Fauzan, tingginya minat masyarakat dalam melegalkan usaha menunjukkan bahwa sektor kuliner dan perdagangan masih menjadi urat nadi ekonomi daerah.

“Jenis usaha yang paling menjamur adalah perdagangan eceran tradisional dan kedai makanan,” ungkapnya, Kamis (28/5/2026).

Pemerintah Kota Padang terus mengoptimalkan layanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) guna menjaga momentum pertumbuhan ini.

Kebijakan yang merupakan bagian dari Program Unggulan “Padang Melayani” tersebut bertujuan mempermudah korporasi maupun pelaku usaha kecil dalam mengurus legalitas bisnis.

Fauzan berharap kemudahan akses perizinan mampu meningkatkan gairah investor di masa mendatang.

Ia optimistis peningkatan investasi ini akan berdampak luas, mulai dari pertumbuhan ekonomi daerah hingga penyerapan tenaga kerja yang lebih masif.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.