EkonomiPemerintah

Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi Pelaku UMKM Terdampak Bencana

85
×

Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi Pelaku UMKM Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pemerintah meluncurkan program percepatan pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi rehabilitasi dan rekonstruksi permanen untuk memastikan sektor usaha mikro kembali produktif.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi pelaku usaha di wilayah terdampak selama periode pemulihan 2026-2028.

Dukungan tersebut mencakup pemberian masa tenggang bagi debitur baru, penyederhanaan syarat pembiayaan, relaksasi agunan, hingga keringanan suku bunga.

“Langkah ini untuk memastikan mekanisme penyaluran kemudahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat berjalan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Maman saat memimpin Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Medan.

Selain kemudahan finansial, pemerintah memberikan kelonggaran terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku usaha.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha agar pelaku UMKM tetap memiliki akses permodalan di masa transisi pascabencana.

Seluruh program dukungan tersebut telah diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Ketua Satuan Tugas (Satgas) PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan Renduk menjadi acuan utama pemerintah dalam mengawal proses pemulihan permanen selama tiga tahun ke depan.

“Kuncinya adalah Renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian dan lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR,” papar Tito di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Data Satgas PRR per 30 Mei 2026 mencatat realisasi penyaluran KUR telah menjangkau 193.703 debitur dengan nilai outstanding mencapai Rp11,22 triliun.

Aceh mencatatkan realisasi penyaluran terbesar dengan 121.984 debitur senilai Rp7,15 triliun.

Sementara itu, penyaluran di Sumatera Utara mencapai Rp2,43 triliun kepada 44.049 debitur.

Adapun di Sumatera Barat, KUR telah disalurkan kepada 27.670 debitur dengan nilai outstanding sebesar Rp1,64 triliun.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.