PemerintahSumatera Barat

Wagub Usulkan Penetapan Status Daerah Istimewa Sumbar

92
×

Wagub Usulkan Penetapan Status Daerah Istimewa Sumbar

Sebarkan artikel ini

Bukittinggi – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengusulkan agar wilayahnya ditetapkan sebagai daerah istimewa.

Usulan tersebut disampaikan secara resmi kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam Seminar Internasional “Bridging Friendship: Strengthening Indonesia-Netherlands Diplomatic Ties via Bukittinggi-Amsterdam” di Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).

Vasko menegaskan, Sumatera Barat memiliki kontribusi historis yang krusial dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, status daerah istimewa merupakan bentuk apresiasi yang sepadan atas peran besar para tokoh dan masyarakat Minangkabau bagi bangsa.

“Di depan Jam Gadang ini, jika diperbolehkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi daerah istimewa. Mari sama-sama kita kawal, Pak Menteri,” ujar Vasko.

Ia menyoroti peran strategis Bukittinggi yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Fakta sejarah tersebut dinilainya sebagai fondasi kuat yang tidak terbantahkan untuk mendukung usulan status istimewa bagi provinsi tersebut.

Menanggapi gagasan itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan dukungannya. Meski demikian, ia menekankan bahwa rencana tersebut memerlukan perjuangan serius serta proses yang matang agar dapat terealisasi.

Fadli menilai Sumatera Barat memiliki rekam jejak sejarah yang setara dengan daerah istimewa lainnya di Indonesia.

Ia merujuk pada posisi Bukittinggi sebagai mantan ibu kota negara yang berperan vital menjaga eksistensi Republik Indonesia di tengah agresi militer Belanda.

“Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas. Daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” kata Fadli.

Ia menambahkan, tanpa keberadaan PDRI yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi, keberlangsungan NKRI pada masa itu akan terancam.

Seminar internasional ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang mengulas hubungan diplomatik dan sejarah panjang Sumatera Barat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.