Kabupaten AgamPemerintah

Kemensos Kukuhkan Kampung Siaga Bencana di Agam untuk Perkuat Mitigasi

100
×

Kemensos Kukuhkan Kampung Siaga Bencana di Agam untuk Perkuat Mitigasi

Sebarkan artikel ini
agam-akhiri-status-tanggap-darurat-bencana,-beralih-ke-masa-transisi
Agam Akhiri Status Tanggap Darurat Bencana, Beralih ke Masa Transisi

Agam – Kementerian Sosial RI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Salareh Aia Raya di Kecamatan Palembayan, Selasa (23/6).

Pembentukan KSB ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Kegiatan pengukuhan dirangkaikan dengan simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan untuk melatih respons cepat warga.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan KSB menjadi wadah krusial untuk memberdayakan masyarakat di tingkat jorong dan nagari dalam penanggulangan bencana.

“Kampung Siaga Bencana menjadi sarana penting untuk memperkuat kesiapsiagaan. Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini demi keselamatan warga,” ujar Iqbal.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menyatakan program ini merupakan langkah preventif terhadap potensi ancaman bencana.

Masyarakat dibekali keterampilan agar mampu bertindak tepat saat situasi darurat terjadi.

“Tujuan KSB adalah meningkatkan kesadaran risiko bencana, memperkuat kemampuan relawan, serta mempererat koordinasi antara masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

KSB Salareh Aia Raya mencakup empat wilayah, yakni Nagari Salareh Aia Utara, Salareh Aia Barat, Salareh Aia Timur, dan Nagari Kayu Pasak.

Simulasi melibatkan berbagai elemen mulai dari Tagana, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, pelajar, hingga tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Sosial menyerahkan bantuan sosial sebesar Rp157.569.500 kepada Pemerintah Kabupaten Agam untuk penguatan sistem kesiapsiagaan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumatera Barat, Jhonneri, menilai kehadiran KSB sebagai investasi penting bagi keselamatan warga di zona rawan.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis partisipasi masyarakat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.