Nasional

Kemnaker dan Indo-Rama Perkuat Kelompok Tenaga Kerja Mandiri di Purwakarta

59
×

Kemnaker dan Indo-Rama Perkuat Kelompok Tenaga Kerja Mandiri di Purwakarta

Sebarkan artikel ini

Purwakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng PT Indo-Rama Synthetics Tbk untuk menyuntikkan modal usaha kepada lima kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).

Langkah ini merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam mengentaskan pengangguran berbasis komunitas.

Bantuan modal tersebut menyasar tiga kelompok TKM lanjutan dan dua kelompok TKM pemula. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan tunai, melainkan upaya strategis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di tingkat akar rumput.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, menyebut dukungan ini sebagai hasil seleksi ketat. Lima kelompok yang terpilih dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PT Indo-Rama Synthetics Tbk yang kembali melanjutkan kemitraan strategis ini. Bantuan yang diserahkan hari ini merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan cermat,” ujar Sugeng di sela-sela penyerahan bantuan.

Menurut Sugeng, suntikan modal tersebut memiliki fungsi spesifik sesuai tahapan usaha. Bagi kelompok lanjutan, dana ini menjadi amunisi untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui peralatan, hingga memperluas jangkauan pasar melalui kanal digital.

Sementara bagi kelompok pemula, bantuan tersebut menjadi pijakan awal agar usaha mereka tetap relevan dan berkelanjutan. Sugeng menekankan, fokus utama program TKM adalah transformasi paradigma masyarakat dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

“Inilah esensi Program Tenaga Kerja Mandiri, yaitu mengubah pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

Data Kemnaker mencatat kemitraan ini telah membuahkan hasil positif. Pada tahun sebelumnya, tiga kelompok TKM yang menerima bantuan serupa terbukti mampu menyerap tenaga kerja baru, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok.

Sugeng berharap para penerima bantuan tahun ini dapat mengelola modal usaha secara optimal. Ia menekankan pentingnya disiplin dan inovasi agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi di wilayah Purwakarta.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.