PemerintahRagamSumatera Barat

Danau Singkarak Berpotensi Menjadi Geopark Nasional

2481
×

Danau Singkarak Berpotensi Menjadi Geopark Nasional

Sebarkan artikel ini
Pemandangan danau singkarak

Padang – Kawasan danau Singkarak berpotensi menjadi Geopark Nasional yang diakui oleh UNESCO. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi warisan geologi, keanakaragaman hayati serta mendukung perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat Rapat Koordinasi pada Kamis 24 Juni 2021, ia mengusulkan Danau Singkarak sebagai Geopark di Kab. Solok.

“Danau Singkarak merupakan sentral patahan Sumatera, berpotensi untuk dijadikan Geopark. Kita memproyeksikannya menjadi inti dari Geopark Ranah Minang,” katanya.

Ia menuturkan target terakhir dari pengusulan itu adalah menjadi Geopark Dunia yang diakui oleh UNESCO. Hal tersebut dilakukan untuk menyasar pengunjung dari mancanegara, karena dengan demikian akan ada branding terhadap Geopark Singkarak di level internasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut Audy mengatakan perlu proses yang panjang dan dilakukan secara bertahap.

“Yang penting sekarang kita sudah melakukan langkah awal. Ke depan secara bertahap kita lanjutkan,” ujar Audy.

Audy mengatakan berdasarkan data yang didapatkan beberapa kawasan yang ditetapkan menjadi Geopark oleh UNESCO memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat. Kenaikan jumlah pengunjung dan PAD bisa mencapai 500 persen dalam enam hingga sepuluh tahun.

Saat ini di Sumbar sudah ada tiga Geopark Nasional yaitu Geopark Sianok Maninjau, Sawahlunto dan Geopark Sijunjung. Juga ada empat calon Geopark Nasional yang segera diusulkan yaitu Singkarak, Harau, Talamau dan Solok Selatan. Selain itu juga ada kawasan yang berpotensi menjadi Geopark yaitu Dharmasraya dan Pasaman.

Sumbar memiliki kekayaan dan keunikan berupa patahan geologi yang menjadi poros/sumbu fenomena bentang alam berupa gunung api, danau tektonik, danau vulkanik dan lembah patahan yang memanjang dari Kabupaten Solok Selatan sampai Kabupaten Pasaman.

“Data yang kita punya, Sumbar punya 870.000 jenis tanaman, 200 jenis mamalia 465 tanaman obat dan 21 jenis endemik,” katanya.

Bupati Solok Epyadi Asda mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya menjadikan Singkarak menjadi Geopark Nasional yang diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata utama di Sumbar.

Ia menilai dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat akan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

Sementara itu Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemmenko Marves, Rustam Effendi mengatakan untuk mewujudkan Geopark Singkarak dibutuhkan sinergi semua pihak (Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Peneliti, Swasta, Penggiat Wisata, Masyarakat).

Saat ini di Indonesia ada enam Geopark Dunia (UNESCO) diantaranya Gunung Batur Bali, Gunung Sewu Yogyakarta, Ciletuh Pelabuhan Ratu Jawa Barat, Gunung Rinjani Lombok, Kaldera Toba dan Belitung. Selain itu ada 15 geopark nasional yang tiga diantaranya di Sumbar.

“Karena yang Singkarak ini baru merintis maka jalurnya diusulkan untuk geopark nasional dulu. Usulan dilakukan oleh pengelola Geopark sesuai rekomendasi Gubernur. Setelah itu dibutuhkan rekomendasi Komite Nasional Geopark Indonesia,” katanya.

Ia menyatakan pihaknya siap mendukung untuk mewujudkan upaya Singkarak menjadi Geopark Nasional

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.