Solok Kota – Sebagai daerah persimpangan di Sumatera Barat, Kota Solok mulai dilirik investor Gistrav Corp yang berencana akan membangun FE Hotel di Ampang Kualo Kota Solok. pembangunan hotel tersebut dianggap perlu untuk menunjang kedatangan para pengunjung nantinya ke kota Solok.
Wali Kota Solok Zul Elfian Umar sangat mengapresiasi dan menyambut baik keinginan dari Gistrav Corp untuk berinvestasi di Kota Solok dengan membangun sarana akomodasi yang memang dirasakan kurang di Kota Solok, hal demikian disampaikan Gilang selaku founder/CEO Gistrav Corp atas nama Fadlul Efendi saat presentasi rencana pembangunan FE Hotel di Ruang Kerja Wali Kota Solok, Kamis (24/06). Presentasi tersebut tentang bangunan serta konstruksi dan fasilitas lain yang dimilikinya.
“Kami sangat apresiasi kepada investor yang mau berinvestasi di Kota Solok dan kami mendukung pembangunan hotel ini, semoga dengan adanya hotel ini dapat meningkatkan kunjungan ke Kota Solok” tutur Wako.
Pada presentasi pembangunan hotel ini juga dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jefrizal, S.Pt, MT, Kepala Dinas Pariwisata Elvi Basri, Kepala Dinas PUPR Afrizal, OPD terkait, dan tim Gistrav Corp.
Pemkab Tanah Datar kerahkan ASN laksanakan gotong royong massal, tingkatkan kebersihan kantor, optimalisasi informasi media sosial, dan percepatan realisasi APBD triwulan IV 2026.
Pemerintah Kota Padang bersama Perumda PSM menindaklanjuti keluhan penumpang terkait pelayanan awak bus Trans Padang dengan memanggil pihak terkait dan menyiapkan sanksi tegas.
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak akan menggantikan peran Pengantar Kerja. Teknologi AI justru dihadirkan untuk memperkuat efisiensi dan jangkauan layanan penempatan tenaga kerja.
Pemkab Solok Selatan mengajak perusahaan melalui forum TJSLP untuk mendukung pengembangan fasilitas RSUD Batang Sangir guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menyusul penurunan inflasi nasional Oktober 2026 sebesar 0,22 persen melalui pemantauan harga dan dukungan sektor pertanian.