
PADANG, KABARSUMBAR—Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ali Asmar meminta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya kelas 12 untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN) yang sebagian 15 persen soalnya berstandar internasional.
Ali Asmar menjelaskan, peningkatan materi ujian berstandar nasional menjadi berstandar internasional adalah langkah yang diambil oleh Pemerintah untuk menciptakan generasi penerus yang mampu bersaing secara global.
“Kenapa demikian? Hal tersebut karena kompetisi kita tidak nasional saja sekarang, tapi sudah internasional,” pungkasnya.
Pihaknya mengungkapkan, beberapa negara di dunia tanpa menyebut secara spesifik negara yang ia maksud telah menyisipkan kurang lebih 25 persen soal High Order Thinking Skill (HOTS) dalam evaluasi belajarnya.
“Sementara untuk Indonesia, sebagai permulaan, sekitar 15 persen dari seluruh soal Ujian Nasional berstandar internasional dan akan terus ditingkatkan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menyebutkan soal Ujian Nasional berstandar internasional tersebut untuk kelas IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), di mata pelajaran Kimia. Sedangkan di IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), Matematika dan Ekonomi.
“Sekarang ini sudah dimulai melaksanakan evaluasi belajar yang di dalam tes Ujian Nasional tersebut sudah dimunculkan soal berstandar internasional yang menerapkan HOTS dan membutuhkan nalar yang tinggi.
“Untuk itu, perlu bagi semua pelajar khususnya kelas 12 untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan untuk ke depannya,” kata Sekda Provinsi Sumbar, Ali Asmar saat menjadi Inspektur Upacara di SMA Negeri 10 Padang, Senin (16/7/2018).
Soal HOTS, kata Ali membutuhkan tak hanya kekuatan siswa dalam menghapal rumus atau formula-formula tertentu pada suatu mata pelajaran, tapi juga menuntut siswa untuk menguasai konsep keseluruhan mata pelajaran tersebut. Bagaimana dan di mana formula-formula diaplikasikan secara bergantian atau bersamaan untuk memecahkan persoalan tersebut.
“Umpamanya Matematika, kita bicara materi Peluang. Dalam soal, materi ini hanya bisa dijawab kalau betul-betul menguasai konsep Peluang, jadi bukan hanya rumus-rumusnya. Jadi analisisnya termasuk dalam tingkat tinggi,” imbuhnya.
Usai pelaksanaan upacara tersebut, di tempat yang sama, Ali Asmar secara simbolis menyerahkan hadiah berupa dana pembinaan sebesar 2,5 juta Rupiah kepada dua pelajar SMA Negeri 10 Padang karena telah berhasil menjadi Juara I pada Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat SMA/Sederajat Tahun 2018.
[putri caprita]





