Kabupaten SijunjungPemerintahSumatera BaratTravel

Percepat Status Silokek Jadi Geopark, Gubernur Siap Bantu

1113
×

Percepat Status Silokek Jadi Geopark, Gubernur Siap Bantu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama tokoh nasional Syafi'i Ma'arif.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama tokoh nasional Syafi'i Ma'arif.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama tokoh nasional Syafi'i Ma'arif.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama tokoh nasional Syafi’i Ma’arif.

PADANG, KABARSUMBAR – Untuk mempercepat dan memastikan penetapan status Kawasan Silokek menjadi Geopark, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyatakan siap membantu dan akan membuat program di tingkat provinsi agar segera mengakselerasinya.

“Saya siap membantu, karena Bupati Sijunjung beserta jajaran sangat aktif dalam pembangunan geopark ini, semoga dapat selesai sebelum masa jabatan saya dan bupati berakhir,” ujarnya.

Irwan mengatakan untuk mewujudkan geopark dunia diperlukan kesungguhan, tekad bulat serta komitmen kuat dan kerjasama sinergis antar pihak yang berkepentingan. “Semoga dengan tekad tersebut akan memberikan sebuah hasil yang manis, yakni kesejahteraan masyarakat Sumbar, khususnya Sijunjung,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Pihaknya mengharapkan kerjasama aktif dan bantuan dari tokoh nasional asal Sijunjung, Syafi’i Ma’arif. Agar dapat melakukan pendekatan persuasi kepada Presiden atau kementeriaan dan lembaga terkait di Pusat guna memaksimalkan peluang percepatan tersebut.

“Jadi kita akan titip usulan bantuan anggaran sebesar 400 Miliar dari anggaran total pembangunan Kawasan Silokek sebesar kurang lebih satu Triliun untuk Geopark ini,” sebutnya.

Di kesempatan yang sama Syafi’i Ma’arif menyatakan akan mengupayakan semaksimal mungkin. “Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kampung halaman sendiri jadi mohon dukungan dari Gubernur dan Bupati beserta seluruh jajaran,” katanya.

Bagi Syafi’i, pembangunan Kawasan Silokek agar dapat ditetapkan sebagai salah satu Geopark Indonesia hingga terdaftar di organisasi dunia sekelas UNESCO merupakan upaya baik dalam rangka menyiapkan warisan berharga bagi tunas-tunas Sijunjung kelak.

“Di kampung saya Sijunjung, begitu banyak potensi yang dapat dimanfaatkan. Tentunya dengan usaha saat ini saya yakin, sangat banyak manfaatnya terutama bagi para anak cucu nantinya,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Geopark Silokek, Febri Annas Ismail dalam paparannya menyebutkan, setelah melalui proses kajian dan penyusunan masterplan oleh Balitbang Sumbar, Pemkab Sijunjung serta melibatkan pakar dalam dan luar Sumbar, tidak sepenuhnya salah jika dikatakan Kawasan Silokek merupakan yang paling potensial dan unggul dari 9 titik geopark lain di Sumbar.

Keunggulan tersebut, ditopang oleh beberapa faktor, antara lain: faktor geologis, faktor adat dan budaya, sejarah bangsa, serta faktor agama.

“Dengan luas kawasan 1.300 km/persegi dan terletak di 2 kecamatan yakni Sijunjung dan Sumpur Kudus, Silokek punya keunggulan geologi, punya kampung adat, punya museum dan perpustakaan Rajo Ibadat, ada lagi Biologi Center yang terletak di daerah Paru,” paparnya.

Lebih lanjut ia menguraikan secara geologis, bebatuan di Kawasan Silokek adalah bebatuan tua berumur kurang lebih 359 juta tahun, terdiri dari kelompok batuan gamping, sedimen, metamorf, dan granit. “Ditambah, sejauh ini kami telah menemukan 18 gua,” ungkapnya.

Mengenai agama, adat, dan budaya, Febri menyebutkan, Sumpur Kudus merupakan daerah di mana Rajo Adat, salah satu dari 4 raja yang menjadi pilar berdirinya Kerajaan Minangkabau, bermukim.

Dari Sumpur Kudus pula, sambungnya, eksistensi negara pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia disiarkan dan disebarkan ke dunia.

Tiga faktor itu kata dia, disempurnakan dengan alam yang masih relatif asli yang menampung kurang lebih 45 ribu jenis flora dan fauna.

Menurutnya berdasarkan pada faktor-faktor inilah kemudian, tim mencoba membungkus potensi Silokek dengan berpilar pada konsep konservasi yang memiliki nilai edukasi, kearifan lokal, nilai ekonomi. Ia harap, konsep yang digagas pada akhirnya mampu mendorong tumbuhnya nilai ekonomi masyarakat lokal melalui kegiatan parawisata masyarakat.

Ia menekankan, harapan yang ia utarakan bukan harapan kosong tetapi didasarkan pada perkembangan Geopark Gunung Sewu dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Contohnya Geopark Gunung Sewu di pulau Jawa. Pada 2012, kunjungan wisatawannya 609.115 orang. Pada tahun 2018 meningkat drastis menjadi 5 jutaan orang. Begitu pula pendapatan asli daerahnya, 2012 sebesar Rp 8,2 Miliar, 2018 menjadi Rp 42 Miliar,” pungkasnya

Di sisi lain, Pemkab Sijunjung mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan adalah salah satu upaya agar Silokek cepat meraih dukungan Pemerintah Pusat dan ia berharap Pemprov Sumbar dapat menindaklanjuti pertemuan ini dengan Penandatangan MoU antara Pemprov dengan Pemkab dalam rangka percepatan pengembangan dan pembangunan Silokek.

(Putri Caprita)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.