TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Diduga akibat dianiaya rekan-rekan satu mess, Robi (17) santri tingkat pertama Pesantren Nurul Ikhlas Nagari Panyalaian Kecamatan X Kabupaten Tanah Datar tidak sadarkan alias koma.
Penganiayaan itu, diketahui tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja. Namun belasan santri lain ikut melakukan pemukulan. Sehingga korbanpun harus dirujuk ke RSUP. M. Djamil Padang.
Belum diketahui, penyebab penganiayaan santri yang terjadi pada Minggu (10/02/ 2019) malam itu.
Menurut orang tua korban Yoserizal kepada awak media, Selasa (12/02) mengatakan belum diketahui secara pasti sebab anaknya dianiaya oleh rekan-rekannya.
“Robi terpaksa dirujuk ke Padang akibat tidak sadarkan diri, bahkan menurut dokter yang menangani Robi, ia mengalami geger otak dan pembocoran pada paru-paru yang membuatnya tidak sadarkan diri,” ucap Yoserizal.
Ia mengaku, mengetahui kejadian ini sangat shock. Melihat kondisi anaknya. Selain itu katanya, Robi juga mengalami luka lebam dibagian badannya .
“Kata dokternya, luka lebam itu karena serangan meenggunakan benda tumpul dan kemungkinan ia dikeroyok oleh teman sekamarnya, dan hal ini sudah saya laporkan ke pihak kepolisian,” sebutnya.
Kapolsek X Koto AKP. Rita Sunarya ketika dikonfirmasikan kabarsumbar, membenarkan kejadian tersebut, jika ada laporan penganiayaan yang dilakukan bersama-sama terhadap salah seorang santri Ponpes Nurul Iklhas Nagari Panyalaian X Koto, Tanah Datar.
“Kejadian diketahui pada Minggu (10/02) malam di mes pria ponpes itu, pemicunya sedang kita dalami,” sebut AKP. Rita.
Ia menyebutkan, jika yang melaporkan sudah membuat laporan. Katanya, pelapor mendapatkan telpon dari salah seorang tante korban, jika pada Minggu malam itu korban telah dianiaya teman temannya di mes pria ponpes Nurul Ikhlas dan sekarang korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Kita akan panggil pihak terkait untuk mendalami kasus ini,” tutup Rita Sunarya. (Ddy)






