22 KK Mengungsi Pasca Banjir Bandang di Padang Pariaman

Sebagian warga dan polisi melihat rumah yang teseret aliran air sungai akibat banjir bandang selasa (7/8/2018) lalu.

PADANG, KABARSUMBAR – Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) di Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) terpaksa tidur di tenda pengungsian pasca diterjang banjir bandang Selasa (7/8/2018).

Plt Camat Kayu Tanam, Muliyardi mengatakan, di luar lima KK rumah yang hanyut, terdapat 17 KK lainnya yang juga diungsikan. Hal ini mengingat lokasi rumah warga yang dikhawatirkan kembali diterjang banjir.

“Ada tiga unit rumah yang berada di bibir sungai terancam hanyut. Ada juga 13 unit rumah yang sudah tidak nyaman dan kurang aman,” terang Muliyardi saat dihubungi sejumlah wartawan, Rabu (8/8).

Muliyardi mengatakan, BPBD gabungan telah mendirikan posko dan tenda-tenda pengungsian. Namun, Plt Camat tidak mendetailkan berapa jumlah tenda yang telah didirikan. Begitu juga soal bantuan logistik, sudah mulai datang ke lokasi bencana.

Tidak hanya warga yang kehilangan rumah akibat hanyut terseret air banjir bandang yang mengungsi, sejumlah masyarakat yang rumahnya turut terdampak banjir dan terendam lumlur juga dipindahkan ke lokasi pengungsian sementara.

“Sebagian di rumah tetangga. Ada juga yang diungsikan di tenda. Lokasi terdampak banjir tidak menyebar, tapi setumpuk-setumpuk,” bebernya.

Sementara itu, menurut Muliyardi, jumlah sawah warga yang terdampak banjir bandang mencapai 30 hektare lebih. Mayoritas lahan pertanian sawah yang terdampak sedang mulai bertanam padi. “Mayoritas ditanami padi. Tidak bisa dilanjutkan karena tertimbun pasir,” katanya.

Sebelumnya, Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar dihantam banjir bandang, Selasa (7/8) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari. Bencana banjir bandang dipicu akibat meluapnya aliran sungai Batang di Nagari Anduriang.

Hingga kini, BPBD, TNI-Polri terus melakukaan pendataan dampak kerusakan akibat banjir. Data sementara, 5 unit rumah penduduk hanyut, 1 musala juga dibawa air bercampur lumpur. Kemudian, 8 unit rumah rusak berat, 5 hektare sawah terendam banjir. Lalu, terdapat 60 hektare sawah gagal panen dan 14 ekor kerbau warga turut diseret air.

Disisi lain, Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho mengatakan alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam banjir tersebut. Namu, taksiran kerugian belum bisa dipastikan karena banyak rumah, musala hingga sekolah yang terendam banjir, bahkan ternak warga juga ikut hilang terseret air.

(Putri Caprita)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...