JAKARTA – Saham PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan kinerja positif setelah melakukan Initial Public Offering (IPO). Hery Gunardi, Direktur Utama (Dirut) BSI, menyatakan bahwa ini merupakan awal yang baik bagi pihaknya, dilansir dari Liputan6.com pada Kamis 4 Februari 2021.
Kinerja positif itu ditunjukkan dengan harga saham yang naik lima kali lipat dari Rp510 per lembar menjadi Rp2.750 per lembar, dan kapitalisasi pasar BRIS yang naik menjadi Rp112,8 triliun. Hery berharap dengan kinerja yang positif, BRIS bisa masuk dalam IDX BUMN20. IDX BUMN20 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga 20 saham emiten, termasuk di dalamnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya).
“Melihat kinerja saham BRIS yang positif di tengah pandemi kami berharap BRIS dapat menjadi primadona di Bursa serta dapat masuk dalam indeks IDX BUMN20, selain itu kami berharap kinerja ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah tentunya untuk melantai di bursa,” jelas Hery dalam Index Debut PT BSI, pada Kamis 4 Februari 2021.
Sebagai bank hasil penggabungan, per Desember 2020 lalu BSI memiliki total aset sebesar Rp240 triliun, total pembiayaan sebesar Rp157 triliun, total dana pihak ketiga sebesar Rp210 triliun, dan total modal inti sebesar Rp22,60 triliun. Berdasarkan dana yang dihimpun, BSI diperkirakan akan menduduki peringkat ke-7 bank di Indonesia.
Hery menyampaikan, setelah proses penggabungan tiga bank selesai, langkah selanjutnya yaitu melakukan transformasi, memperbaiki bisnis proses, penguatan dari sisi manajemen risiko, human capital, serta teknologi digital.
“BSI berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat. Menjadi bank yang modern serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, dan tetap menjunjung tinggi yang prima sesuai dengan kebutuhan nasabah,” tandas Hery.
Terlepas dari fungsinya sebagai intermediari dan penyalur pajak, BSI juga memiliki konsep yang bisa dimaksimalkan untuk melakukan pemerataan ekonomi masyarakat melalui ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah).






