DaerahKabupaten Limapuluh Kota

Ade Rezki Pratama Gelar GERMAS Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu Yang Aman Di Lima Puluh Kota

941
×

Ade Rezki Pratama Gelar GERMAS Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu Yang Aman Di Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini

Lima Puluh Kota – Dalam mengantisipasi masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota memproduksi ataupun mengkonsumsi jamu yang tidak sesuai aturan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki Pratama menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (10/10/2025).

Sosialisasi GERMAS yang langsung dihadiri Ade Rezki Pratama itu digelar di Aula pertemuan Pasar Nagari Sialang ini juga dihadiri Ketua Tim Kerja Pengendalian Harga dan Pemantauan Pasar Obat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Forkopimca, anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Tokoh Masyarakat serta Walinagari di Kecamatan Kapur IX.

Dalam sambutannya, Ade Rezki mengatakan bahwa sebagai bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia, jamu telah dikenal dan digunakan turun-temurun untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu pengobatan berbagai penyakit. Namun di era modern, pelestarian jamu perlu dilakukan secara ilmiah, higienis, dan bertanggung jawab agar manfaatnya tetap terjaga.

“UNESCO telah mengakui jamu sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya tradisional Indonesia yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa jamu bukan sekadar minuman herbal, tetapi juga simbol identitas dan kearifan lokal bangsa,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga menambahkan, Pada masa pandemi Covid-19, sekitar 79 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Beberapa bahan yang paling banyak digunakan di antaranya jahe, kunyit, serai, temulawak, dan kayu manis.

“Jamu telah lama menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, bahkan saat Pandemi COVID-19, jamu dikonsumsi untuk menjaga data tahan tubuh atau imunitas. Namun tentu yang perlu diperhatikan adalah adalah jamu yang akan diproduksi, dijual maupun dikonsumsi harus diperhatikan keamanannya,” tambahnya.

Melalui kegiatan GERMAS yang digelar, Ade berharap seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota yang mengikuti sosialisasi bisa mengetahui jamu yang aman untuk dikonsumsi maupun dijual.

“Dengan edukasi dan pelatihan, masyarakat diimbau untuk memahami lebih dalam tentang cara membuat jamu yang higienis dan sesuai standar mutu, serta mengenali manfaat dan efek samping bahan jamu secara ilmiah.

Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu memproduksi dan memasarkan jamu secara bertanggung jawab, aman, dan bernilai ekonomi tinggi,” ungkap Ade.

Ia juga berharap edukasi yang dilakukan melalui GERMAS dapat melestarikan jamu sebagai warisan budaya bangsa, mengajarkan cara pembuatan jamu yang aman dan bermutu, emberi pemahaman ilmiah tentang manfaat dan risiko bahan jamu serta lainnya.

“Tentu point penting dari edukasi yang digelar adalah untuk mendorong pemanfaatan jamu untuk kesehatan dan kewirausahaan, serta selindungi masyarakat dari bahaya jamu oplosan atau campuran bahan kimia obat.” Tutupnya.

Sementara Ketua Tim Kerja Pengendalian Harga dan Pemantauan Pasar Obat Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Elza Gustanti dalam paparannya mengatakan bahwa jamu yang baik harus memenuhi beberapa kriteria.

“Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar jamu bisa dikatakan baik untuk dikonsumsi, diantaranya aman, bermutu dan bermanfaat.” Ucapnya.

Usai kegiatan Sosialisasi GERMAS, Anggota DPR-RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama juga menyerahkan Bantuan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) mencapai Rp.100 juta bagi Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.