Banjir Bandang Bukit Sundi, Ratusan Hektar Areal Pertanian Rusak

SOLOK, KABARSUMBAR – Ratusan hektar areal lahan pertanian di Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok, turut rusak akibat banjir bandang yang melanda pada Kamis (6/9/2018) malam. Ada dua daerah yang terdampak diantaranya, Nagari Kinari dan Nagari Muaro Paneh.

Dari data sementara, menyebutkan, sedikitnya sekitar 800 hektar lahan pertanian berupa sawah dan ladang warga, di Nagari Kinari ikut disapu banjir.

Ditambah lagi sekitar tiga ton gabah kering siap giling juga diinformasikan hanyut tersapu banjir pada Nagari nagari tersebut. Mulai gabah yang sudah dipenggilingan maupun gabah yang disimpan dirumah warga. Lima ton gabah juga dilaporkan ikut terendam banjir.

“Ratusan ekor ternak hilang ditelan banjir, data yang ada, 7 ekor sapi dan 15 ekor kambing serta 300 ekor itik tidak jelas keberadaannya usai disapu banjir,” kata Wali Nagari Yandriva.

Selain sekitar 500 rumah yang terendam, banjir juga ikut merusak fasilitas umum. Mulai dari aset dan arsip Kantor Walinagari , 1 unit PAUD, 2 unit SD, 2 unit Surau, bendungan serta saluran irigasi, ditambah 20 kios milik warga.

“Kalau untuk rumah ada sekitar 500 rumah yang terendam di tiga jorong di Nagari Kinari, sementara untuk korban jiwa nihil, hanya saja ada sejumlah warga yang masih sakit akibat syock dilanda banjir,” jelas Yandriva.

Disisi lain, data sementara di Nagari Muaro Paneh, Selain memicu korban jiwa 1 orang warga atas nama Hamid yang diduga meninggal akibat syock, banjir juga merusak puluhan hektar lahan pertanian.

Sejumlah Fasum dilaporkan, ikut terendam bersama ratusan rumah warga, diantaranya 3 unit sekolah, 2 unit masjid, 8 unit mushalla, asrama ponpes Royatil Islam.

Puluhan kendaraan bermotor milik warga juga dilaporkan hanyut. Hingga kini, petugas dari Damkar dan pihak terkait lainnya masih melakukan pembersihan bersama warga setempat.

Sementara itu, menurut Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Dasril menyebutkan, pihaknya masih melakukan pendataan bersama pihak terkait terhadap kerugian materil akibat banjir.

“Untuk pastinya, kita masih melakukan pendataan bersama pihak terkait dibawah koordinasi camat,” sebut Dasril.

[Fernandez]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...