AdvetorialEkonomiKampus

BCA Dorong Generasi Muda Tangguh Hadapi Ketidakpastian Lewat BBI di Unand

453
×

BCA Dorong Generasi Muda Tangguh Hadapi Ketidakpastian Lewat BBI di Unand

Sebarkan artikel ini

Dinamika global seperti gejolak ekonomi, konflik geopolitik, dan transformasi digital menuntut individu untuk semakin adaptif.

BCA Berbagi Ilmu kepada 580 Mahasiswa Universitas Andalas - Direktur BCA Lianawaty Suwono (tengah) bersama Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Andalas Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng. (kedua kiri) saling bertukar plakat dalam acara kuliah umum di Universitas Andalas, Padang, Rabu (20/8), disaksikan oleh Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas Khandra Fahmy, STP, MP, Ph.D (kiri), Kepala Kantor Wilayah V BCA Iwan Santoso Narto (kedua kanan), dan Kepala Kantor Cabang Utama BCA Padang Edy (kanan).

Padang – Universitas Andalas menjadi tuan rumah rangkaian kelima BCA Berbagi Ilmu (BBI) tahun 2025 pada Rabu (20/8), dengan menghadirkan kuliah umum bertema “Dancing Beautifully with Uncertainties”.

Sebanyak 580 mahasiswa mengikuti kegiatan yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tersebut di Auditorium Kampus Limau Manis, Padang.

Direktur BCA Lianawaty Suwono menegaskan pentingnya keberanian dalam menghadapi perubahan.

“Ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian kita. Namun sesungguhnya, ketidakpastian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Jika dihadapi dengan ketajaman melihat peluang dan keluwesan dalam menyusun langkah, justru bisa menjadi jalan menuju pertumbuhan. Seperti halnya menari, dibutuhkan ketenangan, keberanian, dan kepekaan terhadap irama agar kita bisa tetap bergerak anggun meski panggung terus berubah,” ujarnya pada 21 Agustus 2025.

Dalam paparannya, ia menyebut dinamika global seperti gejolak ekonomi, konflik geopolitik, dan transformasi digital menuntut individu untuk semakin adaptif.

Direktur BCA Ajak Mahasiswa Universitas Andalas Beradaptasi Terhadap Perubahan – Direktur BCA
Lianawaty Suwono memberikan kuliah umum BCA Berbagi Ilmu (BBI) dengan tema “Dancing
Beautifully with Uncertainties” di Universitas Andalas (UNAND), Padang.

Menurutnya, BCA mampu bertahan sejak 1957 dengan mengutamakan kehati-hatian dan manajemen risiko.

Lianawaty juga mendorong mahasiswa untuk menyiapkan mental tangguh dan keterampilan strategis sejak dini.

BCA menilai pendidikan memiliki peranan penting dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik.

Melalui BBI, BCA mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan membekali generasi muda lewat softskill yang relevan.

Selain kuliah umum, BBI menghadirkan Student Banking Tour bagi siswa SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program ini mengajak peserta berkunjung ke kantor cabang BCA untuk memahami langsung dunia perbankan dan industri keuangan.

Pada tahun yang sama, Bakti BCA juga menghadirkan program Genera-Z Berbakti yang menghimpun lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi.

Dari kompetisi tersebut, empat tim terpilih dari Universitas Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Lampung, dan Universitas Gadjah Mada untuk mengimplementasikan gagasan inovatif di Desa Bakti BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan komitmen BCA dalam mendukung pembangunan generasi muda.

“Kami percaya bahwa anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, penting bagi kami untuk turut membekali mereka dengan wawasan, nilai, dan semangat kepemimpinan sejak dini. Melalui inisiatif Bakti BCA, kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi komunitas dan ekosistem yang lebih luas,” katanya.

Melalui BBI, BCA menekankan bahwa adaptasi, ketahanan, serta pengembangan softskill menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.