Berantas Akun Bodong, Kapolres Pessel Lakukan Patroli Siber

  • Bagikan
Kapolres Pesisir Selatan, AKBP. Sri Wibowo

Pesisir Selatan – terkait dengan maraknya pengguna akun bodong di media sosial saat ini diwilayah hukum, Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo mengatakan, akan melacak dan melakukan patroli siber di daerah tersebut.

“Ya, kita sudah memantau dan akan melacak pengguna akun bodong atau palsu media sosial di Facebook, melalui patroli siber yang sudah kita siapkan,“ katanya, Kamis 25 Maret 2021.

Seperti diketahui, saat ini beberapa halaman media sosial seperti, Fecebook, WhatsApp, Instagram dan lain-lainnya, sudah menjadi tren dan kebiasaan dalam keseharian di kalangan masyarakat.

Namun, sejak Pilkada 2020 dan setelahnya, media facebook yang juga dijadikan sebagai alat berkampanye dan berpendapat serta berdebat terkait Paslon, yang diketahui sampai kini masih berlangsung dan digunakan.

Parahnya, para pengguna media masa facebook yang menggunakan akun bodong atau palsu tersebut, digunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti menghujat dan menggiring opini yang tidak jelas dan tidak bagus.

Kendati demikian, Kapolres mengatakan, sesuai instruksi dari Kapolri bagi media masa yang menyalahgunakan media sosial untuk hal-hal yang tidak baik. Maka, pihaknya dari kepolisian akan melakukan pembinaan.

“Nah, apabila dalam pemantauan patroli siber kita mendapatkan pengguna akun media sosial yang bisa dan merugikan pengguna lain. Atau melanggar ketentuan UU ITE, maka akan kita panggil dan dilakukan pembinaan terhadap orang tersebut,” ucapnya.

Namun setelah dilakukan pembinaan, akun atau orang yang sama pengguna media sosial itu, kedapatan lagi melanggar ketetuan UU ITE dalam bermedia sosial. Maka, akan kami proses sesuai pasal yang dilanggar dalam UU ITE.

“Jika sudah dilakukan pembinaan. Tetapi masih diulangi, barulah setelah itu kami proses kembali sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, “tegas Kapolres.

Kemudian, lanjut Sri Wibowo, untuk laporan secara resmi atau tertulis atas dugaan penyalahgunaan, dan ujaran kebencian yang dilakukan akun bodong di media sosial terhadap salah satu pihak yang merasa dirugikan. Pihaknya, belum ada menerima laporan terkait hal itu.

“Laporan hanya sekedar informasi saja sudah ada. Tapi laporan resmi sejauh ini belum ada sampai ke kita. Jika ada, maka akan kita selidiki dan kita lacak melalui patroli siber,” katanya.

Lanjutnya lagi, terkait keberadaan pengguna akun-akun bodong di beberapa media masa yang marak itu. Ia meminta dan mengimbau masyarakat. Untuk tidak mudah terpancing dan percaya terhadap informasi yang disampaikan dari sumber yang tidak jelas.

“Ya, kita imbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan sumber informasi yang tidak jelas. Pelajari dulu apa yang disampaikan dan siapa yang menyampaikan serta jelas atau tidak orang yang menyampaikan informasi itu. Agar, tidak ada kesalah pahman dari informasi itu dan tidak membuat kericuhan di kabupaten kita,” tutupnya.

Penulis: RandiEditor: Meliana Gusti
  • Bagikan