Berikan Informasi Terpadu untuk Wisatawan Lebaran

Pakar pariwisata Unand, Sari Lenggogeni memaparkan permasalahan saat libur Lebaran saat rapat bersama stakeholder pariwisata di Padang, Rabu (23/5/2018). Foto : Hijrah Adi Sukrial
Pakar pariwisata Unand, Sari Lenggogeni memaparkan permasalahan saat libur Lebaran saat rapat bersama stakeholder pariwisata di Padang, Rabu (23/5/2018). Foto : Hijrah Adi Sukrial
Pakar pariwisata Unand, Sari Lenggogeni memaparkan permasalahan saat libur Lebaran saat rapat bersama stakeholder pariwisata di Padang, Rabu (23/5/2018). Foto : Hijrah Adi Sukrial
Pakar pariwisata Unand, Sari Lenggogeni memaparkan permasalahan saat libur Lebaran saat rapat bersama stakeholder pariwisata di Padang, Rabu (23/5/2018). Foto : Hijrah Adi Sukrial

PADANG, KABARSUMBAR-Menyongsong libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Tim Percepatan Pariwisata Sumbar, praktisi pariwisata, pegiat sosmed, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar dan Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota menggelar Rapat Persiapan Pariwisata untuk Lebaran Sumbar 2018, Rabu (23/5/2018).

Pada rapat yang dibahas di Katagiaan Resto, Kota Padang itu dibahas permasalahan pada libur Lebaran tahun sebelumnya, serta tawaran solusi agar wisatawan Lebaran tahun ini lebih nyaman berada di Sumbar.

Direktur Pusat Studi Pariwisata Unand, Sari Lenggogeni yang menjadi moderator dalam diskusi tersebut menyampaikan, ada permasalahan berulang yang terjadi pada setiap libur Lebaran di Sumatera Barat.

Di antaranya, macet panjang di jalur Padang-Bukittinggi dan jalur Padang-Pesisir Selatan, tidak meratanya distribusi wisatawan, toilet dan kebersihan yang belum maksimal, dan belum tersedianya informasi terpadu untuk wisatawan di pintu masuk Sumbar, seperti bandara.

Menurutnya, ketersediaan informasi terpadu sangat dibutuhkan para wisatawan mulai dari bandara. Jadi, pelayanan maksimal pada wisatawan di bandara perannya sangat vital. Karena pelayanan di bandara memberikan kesan pertama bagi wisatawan.

Kadis Pariwisata Sumbar, Oni Zulvian memberikan paparan. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Kadis Pariwisata Sumbar, Oni Zulvian memberikan paparan. Foto : Hijrah Adi Sukrial

Di sisi lain, standarisasi harga, mulai dari harga makanan, parkir, tiket masuk juga menjadi salah satu permasalahan yang berulang dan harus dicarikan solusinya, sehingga tidak ada wisatawan yang merasa dipalak saat berada di objek wisata.

Ada beberapa tawaran solusi dalam rapat yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Padang itu. Di antaranya, adanya razia besar-besaran yang dilakukan kepolisian di seluruh Sumbar beberapa hari jelang Lebaran, tujuannya untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan dan membuat para preman berpikir dua kali untuk berbuat macam-macam.

Kadis Parpora Tanah Datar, Edi Susanto menilai pelaku pungli harus ditangkap, sehingga memberikan efek jera bagi pelaku dan membuat pelaku lain tiarap.

Sedangkan Sari Lenggogeni merekomendasikan agar kembali menghadirkan duta wisata di Bandara Internasional Minangkabau untuk membagikan brosur dan informasi lainnya kepada wisatawan. Jadi, harus ada informasi terpadu untuk wisatawan, dimulai dari bandara.

“Pegiat sosial media dan media online harus dilibatkan memberikan informasi secara digital kepada wisatawan. Mulai dari jalan yang macet hingga destinasi dan atraksi yang direkomendasikan untuk dikunjungi,” jelas doktor pariwisata yang juga anggota Cressent Rating, yaitu Lembaga Otoritas Pariwisata Halal Dunia berbasis di Singapura itu.

Kadis Pariwisata Sumbar, Oni Zulvian mengatakan, pihaknya akan menyediakan peta wisata Sumbar untuk menjadi pedoman bagi wisatawan saat berada di Sumbar. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas kepolisian membahas pengamanan wisatawan dan destinasi wisata saat Lebaran.

(Hijrah Adi Sukrial)