Jakarta – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, melakukan audiensi dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria, Rabu (14/01/2026), di kantor Kementerian BUMN, Jakarta.
Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Datar, termasuk penanganan dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Diterima langsung oleh Dony Oskaria di ruang kerjanya, Bupati Eka Putra didampingi oleh Staf Khusus Menteri BUMN, Khairul Jasmi, yang juga berasal dari Tanah Datar.
Fokus utama pertemuan adalah upaya pemulihan pasca-bencana, khususnya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang.
Bupati Eka Putra menyerahkan proposal pembangunan Huntap, mengingat peran serta Danantara dan BUMN lainnya dalam membantu penyediaan hunian layak bagi warga terdampak.
“Kedepan, komunikasi intensif dengan Kementerian dan lembaga pusat, termasuk Kementerian BUMN, akan terus kami lakukan demi kemajuan pembangunan di Tanah Datar. Percepatan perbaikan jalan provinsi juga menjadi prioritas,” ujar Bupati Eka Putra.
Pengembangan sektor pariwisata, khususnya Istano Basa Pagaruyung, juga menjadi topik penting dalam pertemuan tersebut.
Bupati Eka Putra menyambut baik kesediaan Dony Oskaria, sebagai putra daerah dan ahli strategi pariwisata, untuk memberikan masukan dan membantu pengembangan pariwisata di Tanah Datar.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan potensi ekonomi daerah.
“Sektor pariwisata, terutama Istano Basa Pagaruyung, menjadi perhatian khusus dalam pertemuan ini. Alhamdulillah, Bapak Dony Oskaria sebagai putra daerah akan memberikan masukan dan bantuan untuk pengembangan pariwisata di Tanah Datar,” tambah Bupati Eka Putra.
Bupati Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri BUMN atas bantuan yang telah diberikan kepada Kabupaten Tanah Datar pasca-bencana.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian BUMN, dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Datar.
Dengan potensi pengembangan yang dimiliki Tanah Datar, terutama pada sektor pariwisata yang berbasis budaya dan alam, kolaborasi dengan Kementerian BUMN diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.






