Densus 88 Jemput Pria Yang Ditangkap Di Sumbar

Kondisi Mako Brimob dalam pengamanan dan penjagaan ketat. Photo : Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO.
Kondisi Mako Brimob dalam pengamanan dan penjagaan ketat. Foto : Antara.
Kondisi Mako Brimob dalam pengamanan dan penjagaan ketat. Photo : Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO.
Kondisi Mako Brimob dalam pengamanan dan penjagaan ketat. Foto : Antara.

SIJUNJUNG, KABARSUMBAR-Pasca penangkapan warga Mampangan, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Depok oleh personel Polres Sijunjung, Sumatera Barat, Selasa (22/5/2018). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 tiba di Sumatera Barat dan melakukan pemeriksaan terhadap Firman Hidayat (FH) selama dua belas jam lamanya.

Pemeriksaan terhadap dirinya sekaitan dengan penangkapan yang dilakukan polisi Sijunjung karena fotonya beredar di media sosial, disertai dengan caption atau keterangan, buruan tim Densus 88. Selain itu diduga simpatisan kelompok teroris jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Saat dikonfirmasi, Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir, mengatakan, jika ia akan segera dipulangkan ke kampung halamannya.

Terkait keterlibatannya dengan ISIS, diakui jika memang ia terbukti menjadi simpatisan namun tidak terlibat jaringan teroris. “Tim Densus 88 melakukan pemeriksaan terhadap dirirnya, dan dipastikan Firman Hidayat simpatisan ISIS, tapi tak terkait jaringan teroris dan akan segera kami pulangkan ke keluarganya,” kata Imran, Rabu (23/5/2018).

Imran menerangkan, pihaknya tidak dapat menindak karena belum ada tindak pidana yang dilakukannya. Sebab dirinya hanya sekadar lewat dan tengah memperbaiki sepeda motor, Megapro miliknya dengan nomor polisi B 6813 BYB di salah satu bengkel sepeda motor di Pasar Jumat, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, Selasa sore.

Mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumbar itu menjelaskan, saat penangkapan, anggota melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bawaanya. FH mengenakan jaket berwarna biru. Isi tasnya didapati satu unit telepon genggam monoponik merek Nokia, gunting, gunting kuku, SIM, KTP, sarung tangan, cairan anti septik, air mineral botol plastik, sekop cangkul portable (sekop cankul lipat), delapan baterai power kotak 9 volt, satu alat sejenis pematik api, obat herbal, headset, charger, satu power bank atau pengisi daya jenis Wiko, dan beberapa biskuit dan sereal seduh.

Kemudian vitamin jenis Vicomas Kurma Ajwa, empat keping uang logam mata uang Arab Saudi, satu botol obat albetes, satu obat vitamin kulit manggis,dua kartu ATM BCA dan satu buku tabungan BCA atas nama Firman Hidayat, kartu rumah sakit Sentra Medika, satu lembar STNK, satu lembar uang Rp 100.000, satu lembar nota laundry pakaian dan satu buah piring warna ungu.

“Kami mencurigai ada beberapa benda yang digunakan sebagai benda pembuat bom seperti satu gulung lakban, satu unit power bank, sanitizer, dan 20 buah paku panjang sepanjang 3 sentimeter,” kata Kapolres Sijunjung Imran.

Imran Amir menambahkan, Firman penggemar ISIS, ia bersimpati dengan ISIS untuk membela masyarakat yang lemah. Sebelumnya Firman pernah ditangkap oleh Polres Depok medio 2014. Penangkapan dirinya, polisi menyita beberapa benda di rumahnya, yakni seragam militer, rompi anti peluru, bendera ISIS, laptop dan stiker Daulatul Islam Baaqiyah. Sehari-harinya di Jawa Barat, Firman beraktifitas sebagai pedagang es krim keliling.

Firman kini dalam pengawasan pihak kepolisian, pasalnya ketika dibebaskan ia harus wajib lapor. “Tim Densus 88 telah menginterogasinya dan akan diupayakan pemulangannya ke kampung halamannya,” pungkas AKBP Imran Amir.