Diduga Ada Illegal Logging di Payung Sekaki, Solok

Hasil operasi jajaran Polsek Payung Sekaki, Kabupaten Solok langsung disita, dan telah diamankan.
Hasil operasi jajaran Polsek Payung Sekaki, Kabupaten Solok langsung disita, dan telah diamankan.
Hasil operasi jajaran Polsek Payung Sekaki, Kabupaten Solok langsung disita, dan telah diamankan.
Hasil operasi jajaran Polsek Payung Sekaki, Kabupaten Solok langsung disita, dan telah diamankan.

SOLOK, KABARSUMBAR—Hasil temuan kayu di Jorong Tanah Sirah, Nagari Aie Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), menurut Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan melalui Kapolsek Payung Sekaki Iptu Evi Wansri menduga kayu itu adalah  kayu yang diolah oleh masyarakat setempat, Kamis (5/7/2018).

Hasil operasi jajaran Polsek Payung Sekaki, Kabupaten Solok langsung disita, dan telah diamankan. Operasi ini terjadi karena keresahan warga terkait pembalakan liar atau ilegal mining.

“Kita berhasil menyita kayu ukuran 25 cm x 2 cm panjang 2,5 meter sebanyak 35 batang. Dan sisanya masih ada 40 batang lagi kayu 5 cm x10 cm panjang 2 meter di lokasi yang belum berhasil kami angkut,” katanya.

Evi menampik adanya pembalakan liar di dalam hutan, sebab ada lokasi aktivitas pembukaan lahan perkebunan baru oleh warga.

“Di sana ada warga yang membuka lahan (ladang) baru. Memang banyak kayu yang ditebang, karena pembukaan jalan menuju ke lokasi ladang yang berada di kawasan perbukitan tersebut,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan, mengacu kepada undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan,pasal 50 ayat 3 tentang larangan membakar hutan yang ditegaskan dengan sanksi pidana dan dendanya, pihaknya telah berkali-kali menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan, termasuk untuk pembukaan lahan baru.

“ Dugaan sementara, ketimbang dibakar kayu-kayu yang terkena dampak pembukaan lahan ini diolah masyarakat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan rumah tangga saja,” ujarnya.

Kayu tanpa tuan, disita untuk ditindak lanjut oleh kepolisian setempat.
Kayu tanpa tuan, disita untuk ditindak lanjut oleh kepolisian setempat.

Kini kayu itu disita dan akan ditindak, merunut pada UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasn perusakan hutan, setiap orang dilarang melakukan  penebangan pohon dalam kawasan hutan yang tidak sesuai dengan izin atau bahkan tidak memiliki izin pemanfaatan hutan dari pejabat yang berwenang.

“Kita hanya menjalankan amanat undang-undang. Kayu tak bertuan itu, telah kita amankan di Mapolsek Payung Sekaki,” kata Evi Wansri.

Sementara, Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan mengatakan, operasi itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya aktifitas pembalakan liar di daerah Aie Luo Kecamatan Payung Sekaki.

Pihaknya langsung memerintahkan Kapolsek setempat turun ke lapangan untuk memastikan laporan masyarakat tersebut.

“ Kita siap turun kembali ke lapangan, kalau ada lagi laporan masyarakat tentang Ilegal loging ini,” kata kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP. Doni Arianto.

[Fernandez]