Dinkes Kota Solok Edukasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kanker Payudara Terhadap Wanita

Solok Kota – Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Kamis (28/3), Sebanyak 30 orang peserta dari seluruh lapisan masyarakat di masing-masing Kelurahan Kota Solok mengikuti pertemuan advokasi pelaksanaan IVA test.

Pertemuan ini dilakukan agar nantinya masyarakat paham akan pentingnya edukasi tentang hal tersebut dan mencegah terjadinya kanker serviks dan kanker payudara terhadap wanita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Solok dr. Hiddyaturrahmi, M.Kes membuka pertemuan ini.

“Pertemuan ini menghadirkan narasumber ahli, agar nantinya masyarakat paham tentang pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin secara berkala sehingga terhindar dari penyakit. Nantinya para peserta yang ikut sosialisasi tersebut akan menyebarkan informasi kepada orang di sekitarnya tentang pentingnya pemeriksaan IVA Tes dan Sadanis serta pola hidup sehat,” jelas Hiddayaturrahmi.

Hiddayaturrahmi menyatakan harapannya untuk dapat menurunkan angka kematian akibat adanya kanker leher rahim dan kanker payudara pada wanita subur yang pernah menikah dan pernah melakukan hubungan seksual dengan rentang usia 15 tahun ke atas, wanita yang akan melakukan pemasangan KB IUD, dan wanita yang memiliki keluhan IMS guna mendeteksi dini kemungkinan adanya kelainan pada leher Rahim dan mendeteksi dini adanya kelainan pada payudara.

Dr. H. Helwi Nofira, SpOG-K selaku narasumber dalam pertemuan ini menjelaskan bagaimana cara mendeteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA dan Pap Smear.

“Pada tahap dini, Kanker Serviks tidak memiliki gejala. Jadi wanita bisa saja terkena Kanker Serviks tanpa diketahuinya. Deteksi dini terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan tes inspeksi Visual Asam Acetat (IVA)  dengan pemberian asam asetat pada leher rahim selama 1 menit. Pemberian asam asetat ini merupakan metode murah namun memiliki tingkat akurasi tinggi. Dalam durasi 60 detik, hasil pemeriksaan akan diketahui jika ada kelainan yaitu munculnya bercak putih pada serviks yang perlu diwaspadai sebagai luka pra kanker,” jelas dr. Helwi.

Banyak orang yang memilih IVA test karena tidak membutuhkan keahlian yang tinggi dan biaya tes yang terbilang murah dibandingkan dengan pap smear. Meski begitu, pemeriksaan ini tetap sangat baik meski hanya membutuhkan sumber daya yang rendah. Secara keseluruhan, IVA test sama bermanfaatnya dengan pap smear. Sebelum melakukan pemeriksaan tersebut, ada baiknya untuk memastikannya dulu pada dokter.

Sementara itu, SADANIS adalah pemeriksaan payudara secara khusus yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, dengan menghindari potensi munculnya kanker payudara, dan melakukan deteksi dini diharapkan penderita bisa segera menemukan kanker pada stadium yang lebih dini. SADANIS akan dilakukan sebelum melakukan IVA test jadi pasien diperiksa dulu payudaranya, diraba, untuk dilihat apakah ada benjolan atau tidak.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.