Painan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pesisir Selatan menyulap tumpukan limbah residu menjadi gerbang megah nan estetik untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Langkah ini diambil sebagai kampanye kreatif guna menanamkan kesadaran ekologis di tengah semarak perayaan kemerdekaan.
Alih-alih menggunakan atribut konvensional yang lazim ditemui, instansi ini memilih mengolah barang-barang tak bernilai menjadi dekorasi bernilai seni tinggi. Inisiatif tersebut sekaligus menjadi pesan nyata bahwa mencintai tanah air dapat dimulai dari pengelolaan sumber daya yang bijak.
Kepala Diskominfo Pesisir Selatan, Wendi Sikumbang, meyakini bahwa material di sekitar kita masih memiliki kegunaan tinggi jika disentuh tangan-tangan kreatif.
“Di sekitar kita banyak limbah yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Kami berupaya mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai sekaligus mempercantik suasana peringatan kemerdekaan,” ujar Wendi.
Baginya, momentum 17 Agustus bukan sekadar seremoni tahunan. Ia memaknai perayaan ini sebagai ruang untuk memupuk rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Setiap peringatan 17 Agustus, semangat patriotisme masyarakat selalu tumbuh. Nilai-nilai kebangsaan itu harus terus dipelihara melalui berbagai kegiatan yang melibatkan semua pihak,” imbuhnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah mematangkan serangkaian agenda untuk memeriahkan hari bersejarah tersebut. Rangkaian kegiatan itu dirancang agar melibatkan partisipasi aktif aparatur sipil negara (ASN), instansi vertikal, hingga masyarakat luas.
Melalui gerbang berbahan limbah ini, Diskominfo ingin membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas adalah kunci dalam merawat semangat kebangsaan. Di tangan mereka, sampah bukan lagi sekadar residu, melainkan simbol baru perjuangan menjaga kebersihan lingkungan di Pesisir Selatan.






