Eloknya Budaya dan Alam Kampuang Sarugo Koto Tinggi

Limapuluh Kota – Tak mau kalah dengan wisata sejenis yang lebih dulu booming, seperti Saribu Rumah Gadang Solok Selatan, atau Kampung Adat Sijunjung, Pemerintah Nagari Koto Tinggi Kabupaten Limapuluh Kota menyulap komplek rumah adat di kawasan Sei. Dadok menjadi daerah kunjungan wisata budaya.

Kawasan tersebut diberi nama Kampuang Sarugo. Sarugo merupakan akronim saribu gonjong, yang dalam Bahasa Indonesia berarti seribu bubungan rumah berbentuk tanduk yang merupakan ciri khas Rumah Gadang.

Kampuang Sarugo menawarkan keeksotikan khas alam pedesaan. Terletak di dataran tinggi, dimana dibawahnya terlihat hamparan sawah serta dua sungai yang kemudian bertemu membentuk Batang Sinamar. Setiap sore, sungai ini ramai dikunjungi anak-anak untuk berenang.

Yazid, petugas Nagari Koto Tinggi menjelaskan, Kampuang Sarugo dilaunching akhir Agustus 2019. Ada 29 Rumah Gadang dengan ukuran sekitar 5 x 16 meter. Gonjong tiap rumah ada 5, mencerminkan Rukun Islam.

“Ketika akhir minggu, libur panjang atau panen raya jeruk, Kampuang Sarugo ramai dikunjungi wisatawan. Dari yang sekedar menikmati agrowisata jeruk, bermain disungai sampai bermalam. Meski belum semua Rumah Gadang dijadikan homestay, minat wisatawan cukup tinggi untuk menginap. Alhamdulillah pemerintah daerah sangat membantu masyarakat dalam mengelola kawasan ini. Berbagai pelatihan digelar Pemkab Limapuluh Kota untuk meningkatkan SDM masyarakat setempat,” tutur Yazid.

Namun di sisi lain, layaknya daerah pedesaan, kekurangan utama di Koto Tinggi adalah jaringan komunikasi. Dari pantauan, internet yang bisa diakses hanya lewat perangkat wifi yang dimiliki beberapa orang saja. Tentu saja masalah tersebut menyebabkan sulitnya masyarakat Koto Tinggi mempromosikan potensi daerah keluar.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...