FGD di Yogyakarta, KI Sumbar Bahas Pengharusutamaan Keterbukaan Informasi

YOGYAKARTA, KABARSUMBAR – Komisi Informasi (KI) Sumbar melakukan Focus Group Discussion (FGD) mengenai ‘Pengahrusutamaan Keterbukaan Informasi’ di KI Jogja, selama dua hari, dimulai pada Senin 24 Juni 2019.

Ketua KI Yogyakarta Hazwan Iskandar Jaya pun bergantian memberikan formula guna penguatan keterbukaan pada badan publik dengan dua komisioner lain Warsono dan Martan Kiswato.

Sedangkan, Komisioner KI Sumatera Barat Adrian Tuswandi, Nofal Wiska, Tanti Endang Lestari dan Arif Yumardi bergantian berdiskusi dengan para komisioner tuan rumah.

“Lakukan diskusi dan studi tiru ke KI Yogyakarta sangat pas bagi kami yang baru masuk dua periode sedangkan KI Jogja sebentar lagi sudah menuju periode ke tiga,” kata Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi di Kantor KI Yogya, Komplek Diskominfo, Yogyakarta, Senin.

Senada, Hazwan mengatakan pengharusutamaan keterbukaan merupakan kerja bersama.

“Tidak bisa mengandalkan kepada KI saja, tapi seluruh elemen terutama pimpinan pemerintahan provinsi dan kota serta kabupaten harus ikut serta memasivekan keterbukaan informasi publik,” kata Hazwan.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh KI Sumbar dalam penatrasi dengan pimpinan pada daerah sudah tepat.

Indikator keberhasilan pengahrusutamaan, kata Warsono, bisa dicari melalui fakta lapangan.

“Kalau tersumbat informasi publik pertama pasti masyarakat resah tapi adanya pengharusutamaan keterbukaan informasi publik, tentu hak ingin tahu publik terpenuhi,” ucap Warsono.

Kembali ke KI Sumbar, Komisioner Tanti Endang Lestari menyebut, pengharusutamaan itu satu dari banyak model merupakan monitoring dan evaluasi (Monev) dalam bentuk pemeringkatan keterbukaan badan publik.

“Adanya monev dan penilaian sampai anugerah keterbukaan badan publik, salah satu pelecut semangat badan publik dalam aplikasikan keterbukaan informasi publik,”ujar Tanti.

Sementara itu Komisioner KI Yogyakarta bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Martan memastikan penguatan keterbukaan di kotanya itu sudah berjalan dalam koridornya.

Terbukti, kata Martan, saat ini KI Jogja mengalami penurunan register sengketa dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Saat ini baru empat register sengketa sebelumnya 10 register no reguster tertunda,” jelas Martan.

Untuk diketahui, saat ini Komisi Informasi Sumbar telah memulai proses pemeringkatan badan publik tingkat Sumbar.

Loading...

DomaiNesia

BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...