Go-Jek dan Tokopedia Akan Merger, Valuasinya Mencapai Miliaran Dolar Amerika

Jakarta – Isu santer terkait merger (penggabungan) dua start-up unicorn terbesar di Indonesia, Go-Jek dan Tokopedia, memasuki tahap diskusi lanjutan, pada 27 Januari 2021.

Bloomberg News menjadi yang pertama dalam melaporkan isu ini dengan beberapa sumber anonim yang mengaku mengetahui rencana tersebut.

Mereka menjelaskan bahwa kedua unicorn telah menandatangani persyaratan mengenai uji tuntas bisnis masing-masing, dikutip dari CNBC Indonesia. Merger dilakukan tak lain karena kedua perusahaan melihat potensi sinergi jika kesepakatan dibuat secepat mungkin dalam jangka waktu beberapa bulan kedepan.

Kedua perusahaan dikabarkan memiliki beberapa pemegang saham yang sama. Diantaranya Google, Temasek Holding, dan Seqouia Capital India. Masyoshi Son selaku Bos dari Softbank, yang juga pemegang saham mayoritas di Tokopedia, merestui rencana ini.

CEO Go-Jek, Kevin Aluwi, menolak untuk berkomentar isu yang dikatakannya sebagai “spekulasi merger” dan Go-Jek saat ini sedang fokus untuk terus mengembangkan bisnisnya sendiri. Kevin berujar bahwa Go-Jek sangat optimis pada tahun ini.

“Kami berpikir tahun 2021 akan menjadi tahun pertumbuhan dan yang lebih penting kami menghabiskan 2020 dengan berinvestasi banyak pada bisnis dan produk serta fundamental operasional, sehingga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang jauh lebih baik dari tahun ke tahun,” ujar Kevin.

CB Insights  melaporkan valuasi Go-Jek pada Januari 2021 menyentuh angka 10 miliar dolar Amerika. Jika kedua perusahaan berhasil melakukan merger, maka total valuasinya adalah 18 miliar dolar Amerika.

 

Rail Mifta Zelira

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.